Search

Kakek Bandar Sabu dan Komplotannya Diciduk Polisi

Tersangka MS bersama anak buahnya dan para tersangka obat-obatan dikeler petugas di Mapolres Probolinggo Jawa Timur.(foto: dic)
Tersangka MS bersama anak buahnya dan para tersangka obat-obatan dikeler petugas di Mapolres Probolinggo Jawa Timur.(foto: dic)

Probolinggo, repeortasenews.com – Belasan tersangka komplotan narkotika diringkus Satreskrim Polres Probolinggo. Dua diantaranya adalah seorang kakek bandar sabu-sabu berinisial MS (62) asal Sepanjang Sidoarjo dan satu orang anak buahnya yakni DN (34) warga Kabupaten Probolinggo, Jumat (8/9).

Selain MS dan DN, polisi juga mengamankan komplotan kurir sabu-sabu, yakni BN dan MG, keduanya berasal dari Kabupaten Probolinggo. Sementara dari tangan MS si bandar sabu, petugas berhasil mengamankan 14 gram sabu beserta alat hisapnya beserta satu timbangan sabu.

Sedangkan tujuh orang tersangka lainnya ditangkap karena peredaran obat-obatan terlarang. Dihadapan polisi dan wartawan, MS mengaku ia nelakukan pekerjaan menjual barang haram itu sudah setahun lamanya. Pemasarannya ia menggunakan jasa kurir. MS menjual sabu dalam satu paket seharga Rp 600.000.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan tersangaka MS ditangkap setelah dilakukan pengembangan atas ditangkapnya DN yang merupakan anak buahnya itu.

Arman menjelaskan, MS menjalankan bisnis sabu-sabu itu dengan menggunakan save house atau menjadikan sebuah rumah di jalan Sunan Kalijogo Kota Probolinggo, untuk dijadikan tempat transaksi dan penjualan sabu tersebut. MS, kata Arman, ditangkap di Jalan Raya Leces Kabupaten Probolinggo, beberapa hari lalu.

“Cara yang dipakai MS merupakan cara baru, yakni dia menggunakan save house, dimana ia menggunakan sebuah rumah untuk dijadikan tempat penyimpanan dan penjualan sabu. Dalam setahun ini tersangka memanfaatkan rumah itu untuk melancarkan bisnisnya,” jelas Kapolres Arman.

Para tersangka ini dikenakan pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Ri No 35 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(dic)




Loading Facebook Comments ...