Search

Kampung Kopi Jatiarjo Menjadi Wujud Konservasi Pabrik Aqua Pandaan

Kepala Desa Jatiarjo, Sareh Rudianto saat memberikan sambutan pada acara Cangkru'an bersama awak media di Kampung Kopi, Sabtu (1/12/2018), siang. (Foto : abd)
Kepala Desa Jatiarjo, Sareh Rudianto saat memberikan sambutan pada acara Cangkru'an bersama awak media di Kampung Kopi, Sabtu (1/12/2018), siang. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – PT Tirta Investama, pabrik Aqua di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, telah mendorong terwujudnya Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sebagai Kampung Kopi. Kampung ini menyajikan kopi dari hasil panen ladang kopi di lereng Gunung Arjuno.
Aktifitas pengelolaannya selama ini dipusatkan di sebelah lapangan desa, sekaligus jadi pusat informasi Desa Jatiarjo. Desa ini berada di rata-rata ketinggian 800 mdpl, sebagian lahannya merupakan hutan dan ditanami tanaman keras. Mengikuti leluhurnya, selain bertani, sebagian besar penduduknya hidup dari merambah hutan.
Tantangan yang dihadapi yakni gundulnya hutan secara perlahan dan penghasilan penduduk yang tidak menentu. Sehigga terbentuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi lestari. Secara gotong royong berupaya mengembalikan fungsi hutan.Inisiatif tersebut didukung oleh program konservasi Pabrik Aqua Pandaan.
Kepala Desa Jatiarjo, Sareh Rudianto mengatakan bahwa merubah pola hidup yang awalnya perambah hutan menjadi petani dan peladang membutuhkan proses waktu lama.“Kami dulu bersama Perhutani dan Aqua bagikan bibit secara gratis tapi ditolak warga. Setelah petani menanam ada manfaatnya, bibit tanaman harus membeli,” kata Sareh.
Dari Dusun Cowek, Dusun Tegalkidul, dan Dusun Tonggowa ini, sebanyak 100 petani telah mengembangkan 30.000 tanaman kopi Robusta, Arabica, dengan total 100 hektar luasan lahan tertanam. Ladang kopi tersebut juga memenuhi fungsi konservasi untuk Lereng Arjuno, sebagai daerah resapan air meliputi Purwosari, Gempol dan Pandaan.
External Relation Regional lll Danone-Aqua, Budi Hartono menegaskan bahwa inisiatif masyarakat Jatiarjo patut diapresiasi.“Kemauan untuk berubah dari pemanfaat hutan menjadi peladang kopi membutuhkan dukungan dari banyak pihak, Aqua membantu mendorong sejak 2008 lalu untuk bisa terwujud hingga saat ini untuk warga,” ujar Budi.
Dikatakannya, yang menjadi tantangan saat ini adalah hasil kopi yang langsung dijual kepada pembeli luar.”Padahal kalau dikelola dan dibranding dengan merk Jatiarjo akan bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Jatiarjo sendirin, yang sudah mengakui akan manfaat mengelola kopi dengan baik,” tambahnya.
Tercatat, tahun 2018 ini ladang kopi di Jatiarjo mampu menghasilkan 150 ton kopi dan terus berkembang. Selain telah mendorong terbentuknya kelembagaan dalam 2 kelompok tani penerima manfaat dari Program Konservasi Pabrik Aqua Pandaan di Jatiarjo ini, telah menjangkau 300 jiwa, baik itu secara langsung maupun tak langsung. (abd)



Loading Facebook Comments ...