Search

Kapolres dan Dandim Mimika Redam Pertikaian Antar Suku di Kampung Utikini Baru

Kapolres Mimika dan Dandim ketika melerai kedua massa yang bertikai. ( foto : riy )
Kapolres Mimika dan Dandim ketika melerai kedua massa yang bertikai. ( foto : riy )

Jayapura, reportasenews.com – Adanya Pertikaian antar Suku, antara blok 7 (Cokinus) dan blok 8 (Kuningan) gabung melawan blok 6 (Yan Tinal) paska terbunuhnya Todiur Kogoya (Suku Dani) dan Jhon Wenda (Suku Dani) tanggal 02 Juli 2018 bertempat di jalan Freeport Lama, Kampung Olaroa, Kwamki Narama. Masyarakat yang bertikai sekitar 100 orang Langsung diredam Oleh Kapolres Mimika dan Dandim Mimika agar tidak meluas.

Personel pengamanan TNI-Polri tiba di TKP bersama Waka Polres Mimika Kompol A. Korowa,SH,MH sekaligus menemui warga yang bertikai untuk memberikan arahan dan Saya minta kepada semua masyarakat yang ada disini agar bisa menahan diri untuk tidak perang karena saat ini kita masih dalam pelaksanaan pilkada jadi mari kita saling menjaga keamanan.

Penyamapaian Kapten Inf Hasim Hutabarat (Danramil 1710-03/ Kuala Kencan) bahwa saya minta masyarakat untuk memberikan waktu kepada pihak keamanan untuk mengambil keputusan serta melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan.

Setelah mendapat arahan dari pihak keamanan masyarakat langsung membubarkan diri dan standby di lokasi masing-masing.

Sesuai hasil koordinasi antara Kompol A. Korowa dengan Yan Jolemal (Kepala Kampung Utikini) rencananya masyakat yang bertikai di blok 6,7 dan 8 akan diadakan pengangkutan ke Distrik Kwamki Narama untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Yan Tinal (Kepala Kampung Utikini 3) meminta pihak keamanan segera mengamankan kejadian ini karena kasihan anak-anak kami, disini tidak pernah perang jadi jangan sampe ada orang-orang yang ingin menghancurkan kampung ini, kami semua tidak mau kalau kampung ini sampe di rusak orang lain.

Tanggapan Kompol A. Korowa bahwa permasalahan ini mari kita selesaikan di Kwamki Narama, akan tetapi untuk jenazah tidak boleh di bakar, dia harus dimakamkan secara layak.

Dandim 1710/Mimika dan Kapolres Mimika tiba di TKP dan Kapolres AKBP Agung Marlianto,SIK.MH bahwa saat ini masih dalam kegiatan Pilkada jangan sampai kejadian ini ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Saya minta kepada semua masyarakat untuk menyerahakan kejadian ini kepada kami pihak keamanan dan kejadian ini juga baru terjadi olek karena itu berikan waktu kepada kami untuk melakukan penyelidikan. Kami berdiri disini datang untuk membantu masyarakat yang ada di wilayah ini, kita semua bersaudara, jadi saya harapkan tidak usaha melakukan kegiatan-kegiatn yang dapat merugikan kita semua.

Pada tanggal 23 Mei 2018 kita sudah lakukan perdamaian di Kwmaki Narama, kami juga akan lakukan penegakan hukum apabila ada terjadi pelanggaran atau tidak kriminal kami akan menghukumnya di luar Timika dalam hal ini penjara Nusa Kambangan. Mari kita lakukan perdamaian, itu saja saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua masyarakat.

Penyampain Marasem (keluarga korban) bahwa kami minta korban harus segera diamankan dulu, apakah mau dibakar atau dimakamkan, setelah itu baru kita cari solusinya.

Selanjutnya masyarakat yang berada di blok 6 dan 7 ( pihak korban) diangkut menggunakan truk menuju Kwamki Narama untuk mencari solusi kesepakatan damai. ( riy)




Loading Facebook Comments ...