Search

Kapolres Ingatkan Santriwati Agar Berhati-Hati Gunakan Medsos

Bertempat di halaman PP Wahid Hasyim Bangil dilaksanakan kegiatan Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Pasuruan Bersama Santriwati, Rabu (17/10/2018) siang. (Foto : abd)
Bertempat di halaman PP Wahid Hasyim Bangil dilaksanakan kegiatan Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Pasuruan Bersama Santriwati, Rabu (17/10/2018) siang. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Cegah dan tangkal hoax untuk menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah Kabupaten Pasuruan, Polres Pasuruan menggelar Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Pasuruan bersama Santriwati di Pondok Pesantren (PP) Wahid Hasyim, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Rabu (17/10/2018) siang.
Pengasuh PP Wahid Hasyim Bangil, Gus Wildan berterima kasih kepada Kapolres Pasuruan dan jajarannya yang telah berkenan memberikan arahan dan ilmunya kepada segenap santri Wachid Hasyim.”Semoga kesempatan yang baik ini dapat bermanfaat dalam membina para santri guna antisipasi berita hoax , hate speech dan lainnya,” ungkapnya.
Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengapresiasi santri yang telah menciptakan situasi aman kondusif dalam memasuki tahap kampanye Pemilu 2019.”Terimakasih kepada para santri yang ikut mendukung dan membantu menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Pasuruan,” jelas dia.
Menurutnya, sebagai anggota Polri pihaknya punya kewajiban untuk memberikan bimbingan dan wawasan untuk bijak dalam bermedsos, termasuk antisipasi kerawanan yang timbul dalam bermedsos.”Saat ini kita hidup di dunia jurnalis, siapapun bisa jadi jurnalis. Hampir semua orang punya medsos, maka dari itu kita harus belajar bijak bermedsos,” pesan Kapolres
Berita hoax sangat berbahaya, maka dari itu masyarakat dan kalangan santri harus bisa mengantisipasi agar tidak meluas dan berdampak negatif.”Kenali ciri-ciri hoax serta lawan. Jangan sampai dimanfaatkan oleh para hoaxer dalam mendukung kepentingan mereka, perlu tabayyun dalam memahami berita hoax yang kerap muncul,” terangnya.
Kapolres mengingatkan pada santri hidup era digital dan globalisasi. Para santri sudah mengenal HP yang digunakan untuk sarana bermedsos. Kapolres meminta bijak dalam bermedsos. Perkembangan teknologi sangat pesat. Bahkan jumlah populasinya pengguna medsos aktif sekitar 79 juta jiwa. Adanya perubahan sarana pendidikan, dulu manual sekarang elektronik pakai Laptop
“Dari segi budaya, dulu kalau ingin ngumpul kita lakukan kopi darat (bertemu langsung), sekarang kita bisa ketemu setiap hari menggunakan medsos. Untuk para santri biasakanlah makan bersama di meja makan, karena disitulah tercipta komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, teman dengan teman,” ungkap Raydian.
Dikatakannya, dalam segi sosial, saat ini belanja online. Tak perlu ke pasar konsumen dapat berbelanja via Belanja Online. Dengan adanya HP dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.”Di zaman digital kita bebas menulis apapun, menshare apapun. Namun santru harus hati-hati karena ada hukum mengatur tentang kebebasan bermedsos yaitu UU ITE,” urainya.
Kapolres menambahkan, debgan aspek positif, dengan internet orang bisa tahu banyak hal melalui google, menghibur diri dengan game online merupakan kegemaran anak jaman now. Cari teman di internet dengan mudahnya tanpa perlu untuk bertemu terlebih dahulu. Aspek negatif, cyber bully (kekerasan dlm internet), cyber hoax (berita bohong dan menyesatkan), pornografi, cyber gambling (judi online), cyber crime.
Berkaitan dengan Giat Pesta Demokrasi yakni Pileg dan Pilpres 2019, bisa berhembus hoax, hate speech. Dikatakannya, beragam perbedaan tumbuh keyakinan yang berbeda namun terjaga keamanan, keharmonisan dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia memiliki 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. (abd)



Loading Facebook Comments ...