Search

Kapolres Lumajang Cek Kondisi Dua Pria Terlibat Carok

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban saat melihat kondisi salah satu korban perkelahian carok di RSUD DR Haryoto, Lumajang, (foto:ist).
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban saat melihat kondisi salah satu korban perkelahian carok di RSUD DR Haryoto, Lumajang, (foto:ist).

Lumajang,reportasenews.com –  Dibakar cemburu, dua pria di Lumajang, Jawa Timur terlibat perkelahian carok, akibatnya kedua pria yang berprofesi sebagai sopir truk pasir itu mengalami luka parah pada bagian kepala dan leher.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, Minggu, (06/01) menjenguk kondisi kedua pelaku carok yang sedang dirawat di RSUD DR Haryoto, Lumajang,.

Keduanya bernama Solikin dan Mahfud terlibat perkelahian dengan menggunakan clurit pada Jumat, (04/01) lalu. Akibat perkelahian berdarah itu keduanya mengalami luka pada bagian kepala dan dan leher.

Solikin mengalami luka pada bagian Kepala belakang  sepanjang 10 cm dan sedalam 2 cm sehingga mengenai hingga tempurung kepala si Solikin.

 Sedangkan Mahfud mengalami luka pada bagian leher sisi belakang sepanjang 15 cm dan dengan kedalaman 3 cm. luka tersebut hampir mengenai pembuluh arteri yang ada di leher.

Sebelumnya pada Jumat, (04/01) kedua pria Lumajang yang berprofesi sebagai sopir trukpasir ini terlibat perkelahian carok di Dusun Kalipancing, Desa Lempeni, Kec Tempeh.

Kapolres berbincang dengan salah seorang korban carok.

Kapolres berbincang dengan salah seorang korban carok.

Menurut kesaksian tersangka solikin, kejadian ini bermula atas kecemburuan Solikin terhadap Mahfud. Solikin yg telah menikahi siri janda berusia 42 Th bernama Suhartatik, sering memergoki Mahfud sedang menggoda istri sirinya tersebut. Hal ini membuat Solikin geram.

Sementara tersangka mahfud mengaku kalau kedatangannya hanya ingin mengembalikan motor yang dia pinjam dari Suhartatik.

Setelah adu mulut keduanya terjadi didepan rumah Suhartatik, di kampung sampit di Dsn. Kalipancing, Desa Lempeni, Kec Tempeh, akhirnya perkelahian dengan senjata tajam cluritpun tak terelakan.

Tiga  orang saksi Zainul Arifin, (50) , Kamat, (25)  dan Zainuri, (25) yang melihat perkelahian itu  langsung melapor ke Polsek Tempeh

Petugas yg datang ke lokasi kejadian langsung mengeluarkan tembakan peringatan agar keduanya menghentikan perkelahian tersebut. Mendengar suara tembakan petugas, keduanya langsung berhenti dan keduanya langsung roboh akibat mengalami luka yang cukup serius saat berkelahi.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan akan tetap memproses kedua pelaku tersebut. “proses hukum akan terus berjalan. Mereka berdua telah melanggar pasal 184 KUHP ayat 3 dengan ancaman 4 tahun Penjara.

Mereka juga melakukancarok karena pengaruh minuman keras, sehingga mereka berdua tak bisa berfikir dengan jernih. Itulah salah satu faktor mengapa saya sangat gencar memberantas peredaran Miras di wilayah Lumajang” tegas Arsal. (Tjg)




Loading Facebook Comments ...