Search

Kapolres Mabar : Dugaan Penganiayaan Warga Sedang Didalami

Kapolres Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo dan Dandim Manggarai Barat

Manggarai Barat, Reportasenews – Polres dan Kodim Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur tengah mendalami dugaan penganiyaan seorang warga Yosef Sudirman Bagu oleh sejumlah oknum polisi dan tentara.

Pemeriksaan internal terhadap polisi dan tentara sudah dilakukan institusinya masing-masing. Kasus juga dikembangkan seiring adanya 4 Laporan Polisi (LP) menyangkut kasus ini.

Seperti diberitakan pada 18 Maret 2021, Yosef Sudirman Bagu mengaku menjadi korban kekerasan oknum aparat kepolisian dan tentara. Menurut penuturannya, ia dihujani pukulan dan tendangan di sekujur tubuhnya hingga pingsan.

Dugaan kejadian penganiayaan berlangsung di Desa Golo Poleng, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), 16 Februari 2021 silam.

Menanggapi laporan Yosef Sudirman Bagu, Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo menyatakan anggota yang diduga melakukan penganiayaan sudah diperiksa Penyidik Seksi Propam Polres Manggarai untuk dugaan pelanggaran disiplin.

“Sudah di BAP sehari setelah dilaporkan,” kata AKBP Bambang Hari Wibowo saat dimintai tanggapan lewat telepon seluler Kamis malam, 18 Maret 2021.

Tidak hanya dugaan pelanggaran disiplin, dugaan pidana penganiayaan juga sudah diproses.

“Besok ada BAP tambahan,” lanjut Akbp Bambang Hari Wibowo.

Ia mengungkapkan informasi soal dugaan kasus penganiayaan cukup simpang siur. Karena itu Polres Manggarai Barat akan memeriksa semua pihak sebagai saksi.

Terkait kasus Yosef Sudirman Bagu, Kapolres Manggarai Barat menyatakan ada 4 laporan polisi yang isinya simpang siur. LP pertama laporan Yosef Sudirman Bagu atas penganiyaan yang dilakukaan oknum polisi dan tentara. LP kedua, laporan Vendi seorang warga Desa Golo Poleng, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat yang mengaku dianiaya Yosef Sudirman Bagu.

LP ketiga, polisi yang melaporkan Yosef Sudirman Bagu yang melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. Yosef sebelumnya diduga melakukan penganiyaan terhadap Vendi.

LP keempat, polisi yang melaporkan adanya dugaan pemerasan terhadap pihak Kodim Manggarai Barat senilai Rp150 juta.

“Kita akan melakukan penyelidikan terhadap semua LP ini. Banyak simpang siur, sebagai aparat penegak hukum kita akan berlaku adil, memeriksa semuanya berdasarkan fakta,” tegasnya.

Mengenai kebenaran laporan penganiyaan yang dilakukan oknum anggota polisi terhadap Yosef Sudirman Bagu, Kapolres Manggarai Barat menyatakan tidak sepenuhnya benar.

“Luka yang dialami pelapor itu merupakan luka saat ia berkelahi dengan sesama warga. Itu berdasarkan BAP yang sudah ada,” tuturnya.

Kapolres Manggarai Barat menyatakan, dirinya akan menyampaikan hasil temuan baru setelah pemeriksaan lebih lanjut selesai dilakukan.

“Tunggu perkembangan lebih lanjut ya,” cetus AKBP Bambang Hari Wibowo.

Sementara itu Dandim Manggarai Barat Letkol Kav Ivan Alva juga menyatakan telah memeriksa oknum anggotanya atas laporan Yosef Sudirman Bagu.

“Pemeriksaan internal sudah kita lakukan,” kata Letkol Ivan saat dimintai tanggapan lewat telepon seluler.

Dari pemeriksaan internal tersebut, Letkol Ivan menyatakan tidak ada penganiayaan yang dilakukan anggotanya.

Ketegangan sempat muncul karena Yosef Sudirman Bagu menolak diamankan polisi atas kasus kekerasan yang dilakukannya terhadap sesama warga bernama Vendi.

Ia menyatakan kasus ini sudah berlangsung sebulan lalu dan para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut sudah berdamai. Bahkan proses perdamaian sudah dilakukan secara adat.

Kapolres Manggarai Barat Akbp Bambang Hari Wibowo menegaskan, Polres dan Dandim Manggarai Barat, sama-sama bersepakat untuk menuntaskan kasus ini demi terciptanya rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat.

Siapapun yang terbukti bersalah dalam kasus ini, bahkan anak buah saya sekalipun, saya pastikan akan saya tindak secara tegas,” tandas Kapolres Manggarai Barat Akbp Bambang Hari Wibowo. (Tjg)




Loading Facebook Comments ...