Search

Kapolresta Depok Belum Merespon Temuan Praktik Calo SIM 

Ruang tempat pembuatan SIM (foto:ltf)
Ruang tempat pembuatan SIM (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto hingga kini belum menanggapi terkait ditemukannya praktik percaloan yang dilakukan personilnya di Satuan Penyelenggara Adminitrasi (Satpas) SIM Pasar Segar beberapa waktu lalu. Dari investigasi yang dilakukan Ombudsman Jakarta Raya di Satpas Polres Metro Jakarta Utara, Polres Metro Bekasi Kota, Polres Metro Tangerang Kota, dan Polresta Depok hanya di Depok yang melibatkan anggota polisi sedangkan ditempat lainnya tidak.
Ketua Ombudsman Jakarta Raya Teguh P. Nugroho mengatakan hasil temuan terkait praktik percaloan SIM telah dikirimkan kepada para Kapolresta. Dari empat lokasi yang telah dilakukan hanya Kapolresta Bekasi Kota yang merespon hasil Rapid Assessment (RA) tentang praktik percaloan.
“Sejauh ini hanya Kapolresta Bekasi Kota yang merespon. Beliau langsung bilang akan melakukan perbaikan dalam waktu satu minggu atau dua minggu ke depan,” kata Teguh saat dihubungi, Selasa (2/10/2018).
Dalam investigasi yang dirilis (4/9/2018) lalu, kata Teguh, pihaknya menemukan praktik calo pembuatan SIM di Pasar Segar berbeda dengan tiga Satpas SIM lainnya.
Sebab calo yang berkeliaran merupakan masyarakat sipil dan menunggu kliennya di warung-warung yang berada di lokasi sekitar.
Sedangkan saat investigasi di Satpas Pasar Segar pihaknya yang mencoba menanyakan untuk pembuatan SIM baru kepada petugas malah disuruh ke calo.
Teguh menyebut hal itu dilakukan di hadapan petugas yang justru mengarahkan pemohon SIM ke calo tersebut.
“Di daerah lain kan tidak melibatkan orang dalam (polisi). Tapi di Depok calonya melibatkan orang dalam. Jadi secara kualitas masih ada keterlibatan. Kami punya buktinya,” ucapnya.
Dalam hasil investigasi selama bulan April sampai Mei 2018, Teguh merinci empat pilihan biaya dalam pembuatan SIM.

Pemohon pembuatan SIM C harus membayar Rp 700 ribu, SIM A Rp 750 – Rp 850 tanpa teori, ujian praktik, atau tinggal foto saja.

Jika ingin mengikuti formalitas ujian teori dan praktik, untuk SIM C pemohon harus membayar Rp 600 ribu dan Rp 650 ribu untuk SIM A.

“Sekarang kami belum mendapatkan informasi, timbal balik dari pak Kapolresnya. Tapi kami terus memantau,” ujarnya.(jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...