Search

Kapolri Diminta Segera Usut Perusahaan Millik Boy Thohir

Ketua umum FSP BUMN Bersatu,Arief Poyuono . (foto:ist)
Ketua umum FSP BUMN Bersatu,Arief Poyuono . (foto:ist)

Jakarta, reportasenews.com  – Ketua umum FSP BUMN Bersatu,Arief Poyuono meminta  Kapolri Jenderal Idham Azis agar segera menuntaskan kasus yang dilaporkan perusahaan BUMN yaitu PT Rekayasa Industri (Rekind).

Padahal kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan dana jaminan proyek Banggai Ammonia Plant (BAP) ke Bareskrim Polri sudah dilaporkan sejak Juni 2019 saat Kapolri masih dijabat Jenderal Tito Karnavian. namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Bareskrim Polri terhadapn perusahaan milik Boy Thohir yang dilaporkan.

Laporan itu disampaikan ke Bareskrim Polri melalui surat bernomor 192/10000-LT/06/2019 tertanggal 11 Juni 2019. Bahkan perusahaan yang dilaporkan karena diduga sebagai pelaku PT PAU milik Boy Thohir, seperti kebal hukum.

“Kasus ini dilaporkan sejak Kapolri dijabat oleh Jenderal Tito Karnavian dan sudah menyeruak ke publik sehingga  menjadi tanda tanya besar terkait komitmen dan profesionalisme Polri,” kata Arief Poyuono, yang juga politisi partai Gerindra, Senin (9/3).

Arief menjelaskan, stakeholder di BUMN khusus para pekerja BUMN bertanya-tanya kenapa kasus ini mangkrak, padahal kasus ini dilaporkan oleh PT Rekind sudah cukup lama.

“Dari positioning kasus dan bukti-bukti serta fakta-fakta yang ada, sudah sangat jelas bahwa negara dirugikan oleh dugaan tindak pidana pengelapan uang jaminan proyek oleh PT PAU,” sebut Arief Poyuono.

PT Rekind menuding PT PAU milik Boy Thohir itu mengambil uang performance bond alias dana jaminan Rp 812 miliar milik holding, PT Pupuk Indonesia dari Bank Mandiri.

” Jelas ada dugaan modus perampokan uang milik negara, dan ada indikasi praktik-praktik, kesepakatan gelap, kongkalikong antara oknum di Rekind dan PAU serta pihak Bank Mandiri,” tutur Arief Poyuono.

Apalagi lanjutnya, proyek BAP yang dibangun PT Rekind sudah beroperasi, seharusnya uang jaminan tidak bisa ditarik oleh PT PAU.

Karena itu, pihaknya mendesak kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendesak Polri agar segera bisa menyelesaikan kasus ini secepat dan menetapkan tersangka.

“Kami juga mendesak Kapolri untuk tidak takut akan adanya intervensi pihak-pihak yang punya kepentingan dengan PT PAU untuk mempercepat kasus ini hingga bisa dibawa ke meja hijau,” pungkasnya. Arif. (Tjg)

 




Loading Facebook Comments ...