Search

Kapolri : Teror Bom di Surabaya Tidak Terkait Masalah Agama

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (foto: ist)
Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (foto: ist)

Surabaya,reportasenews.com – Kapolri Jenderakl Pol Tito Karnavian mengatakan aksi teror bom yang terjadi di Surabaya tidak terkait dengan masalah agama.

Aksi ini terkait dengan dinamika internasional atas tertangkapnya pimpinan jaringan teroris di Indonesia. “mereka melakukan di Surabaya karena salah satu pimpinan mereka di Jawa Timur tertangkap” jelas Kapolri.

Tito mengatakan serangan di Jatim adalah pembalasan dendam atas belum juga dibebaskannya dua orang Pimpinan JAD, yakni Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

Aman  terlibat kasus perencanaan pendanaan kasus Bom Thamrin pada 2016 setelah sebelumnya juga terkena kasus pendanaan bagi militer bersenjata di Aceh. Sedangkan Zainal divonis bersalah terkait pendanaan dan memasukkan senjata api dari Filipina ke Indonesia.

Bahkan menurut Kapolri, serangan para napi teroris di Mako Brimob, Depok beberapa waktu lalu bukan sekadar dipicu karena salah paham, tapi ada kaitannya dengan proses hukum para pimpinan JAD itu.

Terkait jenis bom yang digunakan oleh para pelaku Kapolri menjelaskan bom yang digunakan adalah bom jenis pipa dengan menggunakan bahan peledak triacetone triperoxcide (TATP) dengan daya ledak tinggi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut 3 ledakan gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi serta ledakan di rusunawa di Sidoarjo menggunakan bom yang sama yaitu berbahan peledak TATP. Menurut Tito, bom jenis itu memang lekat dengan kelompok ISIS.

“Bahan peledaknya diduga TATP yang dikenal di kalangan kelompok ISIS di Suriah dan Irak,” kata Tito dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5/20180

Sementara Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Mahfud Arifin  dalam keterangan persnya mengatakan total jumlah korban dalam aksi teror di Surabaya berjumlah 21 orang. Dari jumlah itu diantaranya sembilan korban tewas adalah para pelaku aksi bom bunuh diri sementara 12 korban adalah warga.(*)




Loading Facebook Comments ...