Search

Karhutla di Kalbar,  Api Mendekati Ruas Jalan Singkawang

Kebakaran lahan cukup besar terjadi di ruas jalan Singkawang – Bengkayang tepatnya di depan PLTU Tanjung Gundul, tak jauh dari lokasi taman wisata Pasir Panjang. (foto:das)
Kebakaran lahan cukup besar terjadi di ruas jalan Singkawang – Bengkayang tepatnya di depan PLTU Tanjung Gundul, tak jauh dari lokasi taman wisata Pasir Panjang. (foto:das)

Bengkayang, reportasenews.com – Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat belum juga berakhir. Sabtu (7/9/2019) malam pada pukul 19.35 WIB kebakaran lahan cukup besar terjadi di ruas jalan Singkawang – Bengkayang tepatnya di depan PLTU Tanjung Gundul, tak jauh dari lokasi taman wisata Pasir Panjang.

Api membesar dengan cepat yang menimbulkan kepanikan pengguna jalan karena titik api sangat dekat dengan jalan, dan pemukiman warga. Bahkan beberapa pengendara kendaraan roda empat harus putar balik karena kuatir menimbulkan ancaman bagi keselamatan mereka.

Sejauh ini belum terlihat adanya upaya pemadaman yang dilakukan instansi terkait. Sementara sumber api belum diketahui. Kebakaran lahan di lokasi di depan PLTU Tanjung Gundul dengan cepat beredar dari rekaman video yang dikirim warga melalui aplikasi whatsApp.

Sementara terkait penanganan Karhutla yang kemarin marak di terjadi di Kalimantan Barat dalam sepekan terakhir ini sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Pontianak, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono langsung mengelar rapat koordinasi bersama stakeholders pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu pada pukul 09.30 WIB di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar.

Peserta rakor ini diikuti Danlanud Supadio, Sekda Prov Kalbar, Kasdam XII/Tanjungpura,  Wadanlantamal XII Pontianak, para pejabat utama Polda Kalbar, Kapolresta Pontianak, Dandim 1207/BS Pontianak, Bupati Kubu Raya, Bupati Sintang, jajaran BPBD Kalbar, Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian

Kapolda Kalbar juga melakukan teleconference terkait penanggulangan Bencana Karhutla di  Kalimantan Barat tahun 2019.

“Kedatangan presiden RI yang ke-11 kalinya ke Kalbar harusnya dijadikan bentuk motivasi agar Kalbar menjadi semakin baik,  Pergub Karhutla agar dijadikan satu landasan untuk ditindaklanjuti di tingkat lapangan,” tegas Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono.

Karhutla di Kalbar, menurut Didi,  berdasarkan data terdapat 56 tersangka dari 45 laporan. Hal tersebut walaupun sudah ditindaklanjuti tapi masih terjadi bencana asap, bahkan sampai mengganggu tranportasi udara, dan berdampak pada kesehatan.

“Oleh karena itu, perlu upaya masif yang harus segera dilakukan, dimulai dengan  pencegahan untuk tidak terjadi karhutla,” imbaunya.

Didi memaparkan sebaran hotspot per 7 September sebanyak 483 titik, agar di jajaran pemerintah di Kalbar dapat menyeret oknum masyarakat/korporasi yang masih melakukan pembakaran lahan sesuai hukum yang berlaku.

“Untuk menindaklanjuti karhutla, harus dilakukan sinergitas seluruh stakholder Kalbar, baik dari aspek preventif sampai dengan represif, sehingga kondisi dapat membaik,” pintanya.

“Dalam rangka kepentingn masyarakat khususnya karhutla, pergunakan anggaran negara sebaik mungkin,” tutupnya menambahkan.

Informasi kualitas udara yang dianalisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Mempawah tanggal 7 September 2019 dilakukan pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.55  WIB secara umum berada dalam kategori sedang. Konsentrasi PM10 tertinggi sebesar 217.86 µg/m3 terjadi pada pukul 10.00 WIB, masuk dalam kategori tidak sehat. (das)




Loading Facebook Comments ...