Search

Ini Kata Kadis PUPR Depok Soal Sampah Situ Pendongkelan yang Dikeluhkan Warga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto Djorghi, saat meninjau proyek pengerukan Situ Pedongkelan, depok, (foto:ltf)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto Djorghi, saat meninjau proyek pengerukan Situ Pedongkelan, depok, (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Amburadulnya kegiatan proyek di Situ Pedongkelan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok tak lepas dari kurangnya sistem pengawasan. Pasalnya, kegiatan penurapan dan normalisasi yang dilaksanakan PT. Delima Intan Abadi dengan bersumber anggaran Bantuan Gubernur (Bangub) Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 3.560.509.800,00 dan penataan sempadan Situ Pedongkelan bersumber dari bangub DKI Jakarta sebesar Rp 1.930.596.000,00 yang dilaksanakan CV. Dwi Sakti Utama nyaris tak didampingi konsultan pengawas maupun pengawas dinas terkait.
“Dari dimulainya kegiatan penurapan dan normalisasi sampai bergantinya ke proyek penataan sempatan situ kami warga jarang melihat tim pengawasan baik itu konsultan pengawas maupun pengawas dinas terkait. Apa mungkin tiap pengerjaan yang dilaksanakan di Kota Depok seperti itu. Bagaimana tidak amburadul,” kata Ketua RT 05/05 Kelurahan Tugu, Lastini Wagino di Situ Pedongkelan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto Djorghi mengaku tidak dapat mengawasi seluruh proyek lantaran banyaknya kegiatan yang sedang dilangsungkan PUPR Depok. Terkait keluhan warga yang dianggap tak adanya sosialisasi dan sedimen lumpur yang menutupi sejumlah warga pihaknya meminta maaf kepada warga dan akan mengkaji ulang pengerjaan tersebut.
“PUPR kan lagi ada kegiatanya 1900 jadi nggak semuanya dapat diawasi satu persatu. Saya juga minta maaf seharusnya sosialisasi dari LPM ke RW dan RT diteruskan ke warga, saya juga terimakasih ke warga yang peduli terhadap situ pedongkelan,” kata Manto, Rabu (28/11/2018).
Masalah pengerukan di Situ Pedongkelan yang dikeluhan oleh warga, pihaknya juga akan melakukan pengerukan ulang hingga ke tengah situ. Akan tetapi, pengerukan tersebut belum tahu kapan akan dilaksanakan.

“Kami belum tau kapan pastinya pengerukan ulang tapi yang pasti akan dilakukan. Saya juga sudah berkoordinasi sama kontraktor dan warga,” pungkasnya.

Sebelumnya, tumpukan lumpur yang bercampur sampah beserta bangkai ikan dari proyek pengerukan lumpur Situ Pedongkelan mengepung sejumlah pemukiman warga RW 05 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Ketua RW 05 Kelurahan Tugu, Sofinal Darwis mengungkapkan tumpukan lumpur bercampur sampah yang mengepung permukiman warga berawal dari pengerukan dua beko di bagian tepi situ yang dipindahkan ke lahan kosong persis di permukiman warga. Oleh karenanya, permukaan rumah warga menjadi lebih rendah dari pada tumpukan lumpur bercampur sampah.
“Rumah-rumah yang dekat situ ini seperti tenggelam dalam lumpur, ketinggian lumpur bisa mencapai empat meter atau lebih. Ini lumpur dan sampah yang diuruk dari situ. Bukannya dibuang malah ditaro di depan rumah warga,” kata Darwis, Senin (26/11/2018).



Loading Facebook Comments ...