Senin, 16 Januari 2017

Keamanan Ikon Peradaban ?

Keamanan Ikon Peradaban ?
Foto ilustrasi

Oleh: Kombes Pol Dr Chrysnanda DL

JAKARTA, RN.COM – Keamanan dan rasa aman sering dianggap hal biasa, atau sebagai pelengkap saja. Kemajuan atau meningkatnya kualitas hidup masyarakat salah satu faktor penentunya adalah keamanan dan adanya rasa aman.

Kita sering mendengar upaya-upaya meningkatkan investasi di suatu daerah. Tatkala keamanan tidak menjadi jaminan, maka para investor akan ragu atau bahkan takut menanamkan investasinya.

Belum lagi tatkala political will dan para aparaturnya dan para pemangku kepentingan lainya tidak peduli akan keamanan maka akan semakin terpuruklah tingkat kualitas hidup masyarakatnya.

Sejalan dengan pemikiran di atas keamanan semestinya menjadi sesuatu yang menjadi pilar bagi majunya suatu masyarakat. Bisa dibayangkan kalau tidak ada satu daerahpun yang mampu atau berani mendeklarasikan daerahnya aman, dapat diprediksi model preman meraja lela dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Hidup dan kehidupan sosial ketika masih dikelola ala preman maka peradaban tidak ada kemajuan. Preman dalan konteks ini adalah seseorang atau sekelompok orang yang hidup dengan cara memeras, menjadi backing hal ilegal, suap menyuap, melakukan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan (fisik maupun simbolik) dari para kaum produktif (pengusaha yang membuka usaha).

Preman bisa juga dikaitkan usaha-usaha  bisnis yang sarat dengan pemaksaan atau tekanan, ancaman atau tindak kekerasan untuk mendominasi sumber-sumber daya dan membuat klien-kliennya mau tidak mau mengikuti apa maunya.

Cara-cara preman bisa saja bertopeng primordial (sara) untuk pembenaran , terus melanggengkan dan melegalkan apa yang dilakukan.

Pola-pola pengamanan tatkala masih dikelola ala preman maka rasa aman tidak akan terwujud. Aman tetap dipalak, aman tetap harus dalam tekanan, ancaman.

Keamanan dan rasa aman dalam suatu masyarakat yang modern dan demokratis tidak boleh lagi ada gaya-gaya preman untuk mengamankan, akan menjadi kontra produktif dan menyebabkan cost semakin mahal.(Redaksi)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...