Search

Kebakaran Lahan Gambut Dekati Habitat Orangutan

Foto dari udara, lahan  yang terbakar mencapai puluhan hektar dan api masih  berkobar serta menimbulkan asap pekat. (foto: humas IAR)
Foto dari udara, lahan yang terbakar mencapai puluhan hektar dan api masih berkobar serta menimbulkan asap pekat. (foto: humas IAR)

Ketapang,reportasenews.com – Kebakaran lahan dalam skala relatif besar terjadi di Jalan Ketapang Tanjungpura Km. 4 Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa (30/7/2019).

Kebakaran yang terjadi di dekat lokasi pusat rehabilitasi primata terbesar di Kalbar yang juga wilayah IAR Indonesia in pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WIB oleh warga yang kemudian melaporkepada IAR Indonesia.
Dari foto udara, tampak luasan lahan yang terbakar mencapai puluhan hektar dan api masih berkobar serta menimbulkan asap pekat.

IAR Indonesia kemudian meneruskan laporan ini kepada pihak yang berwajib. Menanggapi laporan IAR Indonesia, Polsek Muara Pawan dan Koramil Matan Hilir utara menerjunkan anggotanya ke lokasi kebakaran.

Dibantu oleh Manggala Agni, Badan PenanggulanganBencana Daerah (BPBD) Ketapang, tim IAR Indonesia dan Polsek Muara Pawan serta Koramil MHU akhirnya bisa mengendalikan api menjelang pukul 18.00 WIB.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan hektar lahan ini.

KapolsekMuara Pawan, Ipda Bagus Tri Baskoro, yang turut serta terjun ke lapangan untuk membantu memadamkan api menyatakan pihaknya akan menyelidiki penyebab kebakaran ini dan tidak akan segan-segan menindaknya secara hukum jika ditemukan unsur kesengajaan dalam kebakaran ini.

“Saya bersama dengan anggota saya tidak akan tinggal diam menghadapi kasus pembakaran ini. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi dan jika ditemukan unsur kesengajaan, pelakunya akan kami bawa ke pengadilan untukmempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Sebuah helikpter diterjunkan untuk memadamkan kobaran api yang membakar lahan lahan gambut. (foto:ist)

Sebuah helikpter diterjunkan untuk memadamkan kobaran api yang membakar lahan lahan gambut. (foto:ist)

Seperti yang sudah ditegaskan oleh Sekda Ketapang, H Farhan SE dalam Apel Gelar Pasukan Pencegahan dan kesiapsiagaan Karhutla yang diadakan di halaman kantor Bupati Ketapang Jumat(26/7) lalu, ancaman kurungan penjara dan denda menanti bagi pelaku pembakaran lahan yaitu denda paling tinggi mencapai Rp 10 miliar dan kurungan penjara 10 tahun. Sedangkan hukuman paling ringan adalah pelaku akan diganjar denda Rp 3 miliar dan kurungan penjara selama tiga tahun.

Direktur IAR Indonesia, Karmele L. Sanchez mengapresiasi kesiapsiagaan Polisi dan TNI serta Manggala Agni dan BPBD dalam menghadapi permasalahan kebakaran lahan.

“Kami sangat berterima kasih kepada polisi dan TNI yang merespon laporan kami dengan cepat dan segera datang ke lokasiserta membantu kami mencegah kebakaran meluas. Kami juga berterimakasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan water bombing-nya yang sangat responsif dan profesional serta Manggala Agni yang datang membantu memadamkan kebakaran sehingga api dapat segera dipadamkan,” ujarnya

“Kami berharap ke depannya tidak ada lagi kebakaran ataupun pihak-pihak yang dengan sengaja membakar lahan karena kebakaransemacam ini mempunyai dampak yang sangat buruk tidak hanya untuk warga masyarakat tetapi juga bisa memusnahkan satwa dan keanekaragaman hayati yang ada,” tutup Karmele. (das)




Loading Facebook Comments ...