Search

Kedutaan Saudi di Indonesia: Tidak Ada Catatan Kematian Suami Saudi Atas Klaim Seorang Wanita di Puncak Bogor

gadis peranakan saudi

Jakarta, reportasenews.com – Duta Besar Saudi untuk Osama Al-Shoaibi dari Jakarta, yang berjanji untuk menindaklanjuti kasus gadis Indonesia yang ayah Saudi meninggal beberapa tahun yang lalu, mengatakan bahwa kedutaan tersebut tidak menemukan catatan atau arsip tentang kematian Sultan al-Harbi, ayah si gadis itu. Demikian menurut Al Arabiya.

Jika ada seseorang bernama Sultan al-Harbi yang meninggal 9 atau 10 tahun yang lalu, maka jenazahnya tidak dipindahkan ke Arab Saudi melalui kedutaan dan maskapai Saudi, kata duta besar tersebut, menambahkan bahwa tidak ada warga negara Saudi dengan nama Sultan al-Harbi yang jenazahnya dipindahkan dari Indonesia ke negara lain.

“Apakah dia dikuburkan di Indonesia?” Shoaibi bertanya, mencatat bahwa dugaan catatan istri tersebut kontradiktif karena kadang-kadang dia mengatakan bahwa ibu dan ayah Harbi pergi ke Indonesia untuk memindahkan mayatnya, lalu dilain waktu berubah cerita bahwa dia mengatakan jika temannya melakukannya, dan lain kali dia mengatakan bahwa dialah yang membawa mayat itu ke bandara.

Sebelumnya diberitakan di Reportase, bahwa seorang ibu paruh baya dari Puncak Bogor, mengklaim bahwa ia dahulu menikah dengan seorang pria Saudi sampai mempunyai satu anak perempuan. Wanita ini mengatakan ingin menemui keluarga pria itu di Saudi, video dia dan anaknya telah menjadi viral di medsos Saudi.

Perempuan itu yang dipanggil Mona menambahkan bahwa dia pernah menikah bersama pria Saudi, Sultan al-Harbi, sejak dia berusia 18 tahun sampai berusia 23 tahun. Putrinya Haifa berusia hampir 11 tahun, dan mereka sama-sama tidak tahu apa-apa tentang keluarga al-Harbi di Arab Saudi.

Duta Besar Shoaibi mengatakan bahwa mereka perlu melihat lebih dalam cerita ini, menambahkan bahwa kedutaan akan terus menindaklanjutinya sampai menyimpulkan apakah Harbi sebenarnya sudah meninggal atau hidup atau apakah dia tidak tahu bahwa wanita Indonesia yang dinikahinya hamil dan memberi kelahiran tanpa memberitahu dia dan dia sekarang mengklaim dia sudah mati.

Dia menambahkan bahwa ini akan memakan waktu lama karena pernyataan kontradiktif dari pihak wanita tersebut.

“Kedubes, bagaimanapun, akan terus merawat anak tersebut. Kebenaran akan segera muncul segera,” kata Shoaibi. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...