Search

Kejahatan Narkoba di Jakarta Naik 25 Persen Menjelang Akhir Tahun

_20171130_202457

Jakarta, reportasenews.com – Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap 351 orang tersangka kasus narkotika dan obat terlarang. Ratusan orang ditangkap ini, adalah hasil dari operasi Nila Jaya yang dilakukan selama dua pekan terakhir.

“Operasi tahunan Nila Jaya ini adalah operasi Direktorat Narkotika Polda Metro dan jajarannya sejak tanggal 15 hingga 29 November lalu. Dari operasi ini, kami mendapatkan 291 laporan dari masyarakat dan 351 tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (30/11).

Para pelaku kejahatan narkoba yang ditangkap pada Operasi Nila Jaya 2017. (Tama)

Para pelaku kejahatan narkoba yang ditangkap pada Operasi Nila Jaya 2017. (Tama)

Dari ratusan tersangka, ada 26 orang bandar yang ditangkap. Ada juga 2 orang WN Taiwan yang ikut ditangkap.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan ada 44 orang yang menjadi target operasi. Namun yang berhasil ditangkap sebanyak 35 orang.

“80 persen TO (target operasi) terungkap. Kami melakukan operasi di 41 wilayah yang terdiri dari 29 permukiman dan 12 tempat hiburan,” terang Suwondo.

Suwondo mengaku, dalam operasi ini kejahatan peredaran narkoba naik 25 persen dari penangkapan yang terungkap, bila dibandingkan dengan tahun lalu.

“Dalam kinerja penangkapan dan pengungkapan kasus kali ini naik 25 persen, bila dibandingkan operasi tahun lalu,” imbuhnya.

Dalam operasi ini polisi menyita barang bukti yakni 29,94 kg sabu, 72,19 kg ganja, 17.100 pil ekstasi, 28,51 gram heroin, 600 butir Happy Five dan 11,83 Kg tembakau gorila.

Barang bukti narkoba dalam rilis Operasi Nila Jaya 2017. (Tama)

Barang bukti narkoba dalam rilis Operasi Nila Jaya 2017. (Tama)

“Dengan adanya operasi ini, kami berharap suplai kepada konsumen bisa terhambat. Kita harap di tahun depan kasus narkotika semakin tidak besar. Kita punya empat jajaran narkoba dan kerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk terus mengantisipasi masuknya narkoba ke Indonesia melalui China dan Taiwan,” tegas Suwondo. (tam)




Loading Facebook Comments ...