Search

Kejari Bakal Telusuri Kasus Korupsi Proyek WAN di Bappeda Cilegon

Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon. (Ist)
Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon. (Ist)

Jakarta, reportasenews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilegon Andi Mirna Wati mengatakan pihaknya akan menelusuri kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jaringan Wide Area Network (WAN) di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cilegon.

“Nanti kami telusuri, karena ini sepertinya tahun 2013,” kata Andi Mirna Wati, Jumat (5/4/2019).

Kejari Cilegon pernah menangani kasus tersebut pada 2013 dengan memeriksa sejumlah petinggi perusahaan yang diduga terkait proyek pembangunan jaringan WAN. Namun, hingga saat ini tidak diketahui apakah kasus itu dilanjutkan ke pengadilan.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dari bappeda.cilegon.go.id, saat itu Kepala Bappeda Cilegon dijabat Ratu Ati Marliati. Ia menjabat Kepala Bappeda sejak 2013 hingga sekarang. Saat itu pihak Kejari Cilegon telah memanggil perusahaan-perusahaan dealer yang terkait kasus tersebut sebagai saksi.

Waktu itu, Kasi Pidsus Kejari Cilegon Rio Aditya Arifiansyah mengatakan, ada sejumlah perwakilan dari empat perusahaan dealer pemasok yang dipanggil terkait proyek tersebut. Di antaranya perwakilan dari PT Berca Cakra Technology, PT Spectrum, PT Uni Network Comunication, dan PT Sistech. Namun, perwakilan dari PT Sistech tidak hadir.

“Perusahaan dealer pemegang merek yang kita panggil ada empat perwakilan, dan hanya satu perwakilan yang tidak hadir, yakni PT Sistech,” ujarnya.

Pihak Kejari Cilegon mengatakan, proyek pembangunan jaringan WAN di kantor Bappeda  tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp 780 juta lebih. Kejari Cilegon telah mengantongi nama-nama tersangka dalam proyek itu. “Kami telah memiliki nama siapa-siapa yang berpotensi menjadi tersangka,” kata Rio.

Periksa Bappeda

Menanggapi kasus tersebut, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta Kejari Cilegon membuka kembali kasus tersebut dan segera menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka.

“Saya minta Kejari Cilegon jangan terlalu lama untuk menetapkan tersangka dalam korupsi WAN ini. Panggil dan periksa saja Kepala Bappedda Cilegon yang saat itu  menjabat. Dia diyakini mengetahui soal proyek itu. Jangan sampai orang lain yang dikorbankan, sementara pelaku utamanya lolos dari jerat hukum,” papar Uchok.

Uchok juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menelusuri dan mengusut kasus itu sampai tuntas. (Tjg/Sir)




Loading Facebook Comments ...