Search

Kejati DKI Tahan Tahan Direktur PT Global Convex

Olimpiade Olahraga Siswa di Balikpapan menyisakan sejumlah masalah termasuk dugaan korupsi. (foto: istimewa)
Olimpiade Olahraga Siswa di Balikpapan menyisakan sejumlah masalah termasuk dugaan korupsi. (foto: istimewa)

Jakarta, reportasenews.com – Direktur PT Global Convex, AD, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur akhirnya ditahan oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Benar, tersangka yang berinisial AD itu sudah ditahan pada Kamis (7/9) malam,” ungkap Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Sarjono Turin, di Jakarta, Jumat (8/9).

Menurutnya, tersangka AD ditahan selama 20 hari ke depan terhitung dari 7 September 2017 hingga 27 September 2017 mendatang. Sebelumnya tersangka beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik Aspidsus Kejati DKI Jakarta dengan alasan tidak jelas sehingga terancam dipanggil paksa.

“Pada Kamis, akhirnya yang bersangkutan memenuhi panggilan penyidik dan setelah menjalani pemeriksaan langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat,” lanjut Sarjono.

Dalam kasus tersebut, penyidik dari Aspidsus Kejati DKI Jakarta telah menahan tersangka Sumharmoko, selaku Pejabat Pembuat Komtimen (PPK) di Kementerian Pendidikan Nasional.

Tersangka Sumharmoko menjabat pula sebagai Kepala Subdirektorat Peserta Didik pada Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ditambahkan, tersangka Sumharmoko dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus tersebut bermula pada 2013 Direktorat Pembinaan Kemendiknas mengadakan proyek kegiatan lomba kompetensi, sains, dan olahraga.

DIPA anggaran acara itu Rp 10.884.270.000 dan digelar di dua hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni Hotel Hakaya dan Hotel Town.

Kegiatan Olimpiade itu diikuti 4.126 siswa dari 33 provinsi dengan kegiatan untuk tingkat SD diperlombangan 11 cabang olahraga, SMP tujuh cabang olahraga, dan SMA lima cabang olahraga, serta SMK lima cabang olahraga.

Untuk Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) atau SLB Pendidikan Dasar tiga cabang olahraga dan tingkat menengah tiga cabang olahraga.

Dalam pelaksanaannya diduga telah terjadi mark up biaya kegiatan itu seperti untuk peserta, narsumber, biaya hotel dan panitia kegiatan tersebut.

Dalam kasus itu, kerugian negara sebesar Rp 7 miliar dan tim penyidik Kejati berhasil menyita uang dari tersangka Sumharmoko senilai Rp 491.238.700 dari Hotel Hakaya dan Rp 117.145.500 dari Hotel Town Balikpapan.(hed)




Loading Facebook Comments ...