Search

Kejati Kalbar Tahan Lima Tersangka Dugaan Korupsi Penanaman Kelapa Sawit di PTPN XIII Sanggau

Tersangka kasus dugaan korupsi di PTPN XIII di Kembayan, Sanggau saat dibawa menuju ke mobil tahanan selanjutnya ditahan di Rumah Tahanan Pontianak selama 20 hari kedepan (foto: das)

Pontianak, reportasenews.com – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat terus memburu para koruptor. Kali ini tim penyidik mengungkap dugaan korupsi penanganan pekerjaan penanaman kelapa sawit di lingkungan kebun inti Kembayan, Kabupaten Sanggau tahun 2012 – 2014 di PT. Perkebunan Nusantara XIII.

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus  setelah mengumpulkan 2 (dua) alat bukti yang cukup kuat, Rabu (3/3/2021) melakukan penahanan terhadap 5 (lima) tersangka korupsi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan cara para tersangka menandatangani dokumen untuk pencairan pembayaran kegiatan penanaman berupa Perhitungan Pekerjaan Borongan Rampung tanpa terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan pekerjaan.

Terungkap juga fakta, penanaman kelapa sawit ini tidak sesuai realisasi sebenarnya serta melakukan penutupan pekerjaan berdasarkan Berita Acara Penutupan pekerjaan tanggal 31 Desember  2012 dilaporkan penanaman sudah selesai dikerjakan seluas 1.150 ha (100%) padahal pekerjaan penanaman belum selesai dikerjakan 100 % yakni yang belum ditanam seluas  300,70501 ha dan yang sudah ditanam 849,29 ha.

Para tersangka tersebut ada 5 (lima) orang tersangka yaitu,   SDS (Wiraswasta-Mantan General Manager Distrik Kalimantan Barat II, PTPN XIII),  FH (Karyawan BUMN PTPN XIII),  HL (Swasta-Direktur CV. SIDI-SIDI),  AB (Ibu Rumah Tangga),   MS (Karyawan BUMN)

Akibat perbuatan para tersangka tersebut menimbulkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 854.040.325,04  dari total uang yang sudah ditransfer dari kantor Kebun Kembayan kepada 3 rekanan/pelaksana untuk pekerjaan penanaman seluas 1.150 ha sebesar Rp. 1.461.333.777.  

Kerugian tersebut dihitung dari selisih pekerjaan yang belum ditanam dan terdapat penggunaan bibit sawit yang tidak sesuai dengan realisasi tanam sebenarnya berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif oleh BPK RI Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Pengembangan Kebun Kembayan Tahun 2012-2015 pada PT Perkebunan Nusantara XIII dan Instansi Terkait Nomor : 07/LHP/XXI/04/2020 tanggal 9 April 2020.

“Para tersangka ditahan selama 20 hari kedepan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi, di kantornya Rabu (3/3/21).

“Dalam beberapa minggu ini, kami telah melakukan penahanan sebanyak 18 orang tersangka dalam 4 perkara. Tindakan hukum ini bukan masalah nilai kerugiannya tapi harus dipandang dampak bagi masyarakat luas yang dirugikan,” tambahnya.

“Untuk itu kami berupa untuk mengingatkan dan memperbaiki sistem agar pelaku Dan untuk menyakinkan kepada investor, bahwa berinvestasi di kalbar terjamin dan dilindungi secara hukum, sehingga investor merasa nyaman dan aman menanamkan modalnya, tidak ada lagi oknum oknum aparat yang korup,” tegasnya lagi.

Masyhudi mengatakan penindakan para pelaku korupsi ini, sesuai dengan perintah Presiden agar ikut mempercepat dan mendorong program pembangunan ekonomi nasional. (das)




Loading Facebook Comments ...