Search

Kemendesa Gelar Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo

Aisyah Gamawati, didampingi Hasrul Edyar, dan Bupati Dadang Wigiarto, saat membuka festival di Alun-alun Kota Situbondo. (foto:fat)
Aisyah Gamawati, didampingi Hasrul Edyar, dan Bupati Dadang Wigiarto, saat membuka festival di Alun-alun Kota Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Aisyah Gamawati,  membuka secara resmi penyelenggaraan Festival Pranata Adat dan Budaya, dan Forum Perdamaian.

Kegiatan yang bertujuan untuk menguatkan komitmen perdamaian tersebut dilaksanakan  di Alun-alun  Kota Situbondo, Jawa Timur.“Kegiatan ini kami agendakan untuk mendorong penguatan komitmen perdamaian pada masyarakat dengan berbasiskan pada nilai-nilai keragaman budaya bangsa,” ujar Aisyah Gamawati, Minggu (23/6/2019).

Menurut Aisyah Gamawati, kegiatan serupa juga diselenggarakan oleh Kemendesa PDTT di sejumlah daerah  di Indonesia. “Namun di setiap rangkaian kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya yang kami selenggarakan, selalu didahului dengan Forum Perdamaian dari masyarakat setempat,”imbuh Aisyah Gamawati.

Aisyah  mengatakan, rangkaian kegiatan di berbagai wilayah ini sudah digelar oleh Kemendesa PDTT sejak 2015 silam.  Dengan tujuan, untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan perdamaian di Indonesia yang berbasiskan pada nilai-nilai keragaman bangsa dan budaya setempat.” Sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial,” ujar Aisyah Gamawati.

Sementara itu, Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendesa PDTT, Hasrul Edyar mengatakan, Kemendesa PDTT berharap melalui rangkaian kegiatan ini, akan mempererat kohesi sosial pada masyarakat akar rumput untuk merawat dan terus berkomitmen pada kondisi perdamaian.

Dalam Forum Perdamaian semua peserta berdiskusi bersama dengan metode analisa konflik untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab konflik dan sumber utamanya, yang kemudian hasilnya akan dirumuskan bersama untuk melakukan pencegahan dan berbagai langkah tindakan preventif lain untuk penghentian potensi konflik,” ujar Hasrul Edyar.

Hasrul  menegaskan, Direktorat Penanganan Daerah Pasca Konflik yang dipimpinnya, selalu mendorong dan berkomitmen memfasilitasi setiap upaya-upaya untuk menjaga perdamaian dan menyelesaikan konflik, dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, maupun memberi masukan dalam program perencanaan dan pembangunan desa.

“Sesuai dengan Nawacita poin ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, maka kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama program kerja Kemendesa PDTT,”bebernya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, setelah dilaksanakan kegiatan Festival Pranata Adat, Budaya dan Forum Perdamaian ini, ke depan ada tindak lanjut.

“Harapan ke depan akan ada tindak lanjutnya pasca kegiatan ini, paling tidak Situbondo yang telah meluncurkan tahun kunjungan wisata pada tahun ini, memperoleh dukungan penuh dari kementerian terkait,” ujarnya.

Pantauan Reportasenews.com  dilapangan, kegiatan Festival Pranata Adat dan Budaya di Kabupaten Situbondo, diisi dengan berbagai kegiatan pertunjukan kesenian nusantara, seperti pentas tari landung, arak-arakan komantan korong, pertunjukan wayang kerte, pawai seni ancak, pertunjukan kesenian Ojhung Situbondo, pawai petik laut hingga Best Situbondo Carnaval.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...