Search

Kendaraan Masih Sepi Melintas Tol Gempol-Bangil

Jalan Tol Gempol-Bangil masih sepi dan hanya satu-dua kendaraan yang melintas. Diperkirakan pemudik baru ramai melintasi tol yang baru difungsikan itu, H-5 lebaran. (foto : abd)
Jalan Tol Gempol-Bangil masih sepi dan hanya satu-dua kendaraan yang melintas. Diperkirakan pemudik baru ramai melintasi tol yang baru difungsikan itu, H-5 lebaran. (foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Tol Gempol-Bangil, bagian dari tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur, sejak Senin (19/6) tadi, pukul 07.00 WIB, mulai dioperasionalkan khususnya bagi para pemudik. Namun suasananya masih sepi dan hanya satu-dua kendaraan yang melintasi. Sepinya kendaraan yang melintas tersebut, dugaan belum terjadi arus mudik.

Meski pihak otoritas tol masih memberlakukan gratis. Namun, tidak nampak arus kendaraan yang memasuki tol baru difungsikan tersebut. “Memang kondisinya masih sepi, dan belum banyak kendaraan maupun arus mudik yang memanfaatkan jalur tol Gempol-Bangil ini,” ujar Humas PT Transmarga Jatim, Heri Purwanto, Senin (19/6) siang.

Meski saat ini masih belum banyak pengendara yang memanfaatkan ruas tol baru untuk mudik ini. Namun diperkirakan semakin dekat Lebaran, jumlah pengendara dipastikan akan meningkat. Karena kalangan pemudik paling banyak diperkirakan dari barat menuju ke wilayah timur. “Ini masih baru H-6 jadi pemudik masih belum banyak yang masuk, “katanya.

Tapi lanjut Rudi, diperkirakan pemudik yang memanfaatkan jalur tol baru ini, saat mendekati Lebaran. Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 34,15 km, terdiri dari tiga seksi, yakni seksi 1 Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km, seksi 2, Rembang-Pasuruan sepanjang 8,1 km dan seksi 3, Pasuruan-Grati, sepanjang 12,15 km.

Sedangkan Tol Gempol-Bangil merupakan seksi 1A, sedangkan 1B Bangil-Rembang sudah dioperasikan sejak dua bulan lalu. Difungsikannya Tol Gempol-Bangil untuk arus mudik Lebaran ini, keseluruhan Tol Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km sudah berfungsi secara keseluruhan dan tak ada kendala.

Untuk seksi 2, Rembang-Pasuruan, pekerjaan konstruksinya saat ini sudah mecapai 21 persen. Dan masih terdapat beberapa bidang lahan yang belum bisa dibebaskan, sekitar 2 persen atau sebanyak 26 bidang yang berada di Desa Selotambak dan Curahdukuh, Kecamatan Kraton. Kendalanya yakni soal waris dan kesepakatan harga lahan.

Sedangkan untuk seksi 3, Pasuruan-Grati, saat ini masih tengah dilakukan pembebasan lahan. “Seluruh kontruksinya sudah berjalan sesuai dengan harapan. Untuk saat ini masih diselesaikan dari Rembang-Pasuruan dan exitnya berada di Kelurahan Bukir, Kota Pasuruan. Tahun ini juga dipastikan seluruhnya diselesaikan secara tuntas, “pungkas Rudi. (abd)




Loading Facebook Comments ...