Search

Kepala Sekolah  SMAN 1 Kebomas Didemo Guru dan Murid

Para guru dan siswa SMAN 1 Kebomas nekat demo menuntut kasek mundur dari jabatannya. (dik)
Para guru dan siswa SMAN 1 Kebomas nekat demo menuntut kasek mundur dari jabatannya. (dik)
Gresik, reportasenews.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Gresik yang semula adem ayem, tiba-tiba dihebohkan oleh aksi unjuk rasa puluhan guru, karyawan dan siswa SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, Jawa Timur, Senin (28/5).
Mereka kompak melakukan aksi mogok belajar mengajar dengan menggelar unjuk rasa di halaman sekolah setempat. Dalam unjuk rasa ini, para guru yang kebanyakan Guru Tidak Tetap (GTT) bersama sejumlah Pegawai Tidak Tetap (PTT) dengan penuh keberanian melakukan orasi serta membentangkan poster yang berisi hujatan dan tuntutan.
Dari sejumlah poster tersebut, diantaranya bertuliskan ‘Jangan Rampok Gaji Kami’, ‘Jangan Rampok Gaji GTT/PTT’, ‘Stop Arogansi’, ‘Kami Menuntut Transparansi Keuangan Sekolah’, dan ‘Stop Cacian, Kami Bukan Hewan’.
Aksi unjuk rasa guru yang langka terjadi di Gresik ini sedikitnya menyuarakan tiga tuntutan. Tiga tuntutan tersebut dikirim ke sejumlah wartawan Gresik, termasuk Barometerjatim.com melalui WA (WhatsApp).
Isinya, Aksi Bersama / Mogok Kerja menuntut kepada Kepala Sekolah untuk :
1. Menghilangkan sikap arogan, semena-mena, berkata tidak pantas, mempermalukan personal dimuka publik dan anti kritik kepada seluruh Warga SMA Negeri 1 Kebomas
2. mengembalikan hak gaji GTT/PTT seperti sediakala dengan tidak mengurangi sedikitpun tunjangan daerah yang diterima
3. Transparansi Keuangan Sekolah sehingga tidak lagi menjadi senjata Kepala Sekolah untuk menekan bahkan hampir menghilangkan seluruh kegiatan sekolah bagi guru/karyawan maupun siswa.
“Sejak awal menjabat 4 tahun lalu, Kepala Sekolah kami ini kerap melontarkan kata-kata makian yang tidak pantas untuk didengar. Kata makian kepada guru itu bahkan sering didengar oleh sejumlah siswa,” ujar salah seorang guru GTT perempuan yang enggan disebutkan namanya.
Dalam aksi tersebut, Perwakilan para guru Wahyu Hari Pamuji mengatakan kepada sejumlah wartawan menegaskan, menyikapi gejolak yang terjadi di lingkungan sekolah ini, para guru dan siswa menghendaki adanya pergantian Kepala sekolah. “Tuntutan ini kita tuangkan dalam kesepakatan bersama secara tertulis,” tandasnya.
Menanggapi aksi demo tersebut, Kepala SMAN 1 Kebomas Nurus Sobbah dengan tegas membantah
telah memotong honor GTT maupun PTT. “Saya hanya mengamankan kebijakan dari Dinas Pendidikan Provinsi, terkait dengan surat edaran Kepala Dinas, bahwa bantuan dari Dinas Provinsi itu diberikan untuk meringankan beban anggaran sekolah,” tegasnya.
Terkait potongan honor GTT dan PTT, Kepala Cabang Dinas Gresik Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Puji Astuti menegaskan jika itu hanya masalah komunikasi saja. Sebab, pembayaran honor tersebut utuh dan langsung ditransfer ke rekening guru masing-masing. Dengan bantuan Dana Kesejahteraan itu, bukan berarti honor GTT dan PTT bertambah, melainkan hanya bersifat subsidi.
“Bantuan ini untuk mengurangi beban sekolah. Supaya sekolah ini bisa maju. Kalau uang sekolah ini semua buat bayar guru, maka prestasi siswa tidak bisa berkembang. Jadi itu hanya salah komunikasi saja,” paparnya.
Disinggung masalah sikap arogan, diktator dan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Kasek Nurus Sobbah, termasuk desakan pergantian kepala sekolah, semua itu nanti yang memutuskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. “Yang memberikan keputusan itu bukan saya, tapi Kepala Dinas,” ungkapnya sembari menyesalkan adanya gejolak di SMAN 1 Kebomas sampai terjadinya aksi unjuk rasa di tengah-tengah bulan suci Ramadan. (dik)



Loading Facebook Comments ...