Search

Kertas Suara Sepakat Dibakar Karena Kelebihan

Petugas KPPS dikawal kepolisian saat membakar surat suara yang rusak. ( foto : riy )
Petugas KPPS dikawal kepolisian saat membakar surat suara yang rusak. ( foto : riy )

Jayapura, reportasenews.com – Bertempat di TPS 31 Kelurahan Koperapoka Distrik Mimika Baru, jalan Ahmad Yani Pertigaan Gorong-gorong Timika telah dibakar Surat Suara sisa oleh Ketua KPPS bersama para saksi Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati Mimika tahun 2018 – 2023 Kabupaten Mimika. Rabu. (27/6/2018). Siang.

Sebelum dilakukan pembakaran para saksi di bawa antara lain Roasdiane Hehakaya/ Ketua KPPS TPS 31, Agustina Waruwahang/anggota KPPS, Karolina Sahetapi/anggota KPPS, Lin Hehakaya/anggota KPPS, Amus Helokin/saksi Paslon Bupati, Reka Putra/saksi Paslon Bupati, Jeiny Sullu/saksi Paslon Bupati, Irwan/saksi Paslon Bupati no. 4, Emma M. Yarangga/saksi Paslon No.6, Yosefa Bariyanan/ saksi Paslon Gubernur No. 1, Ahma Anjani/saksi paslon Gubernur No. 2, Cristina F. Yoku/panwaslu, Saksi paslon no. 5 dan 7 tidak hadir.

Menurut penjelasan dari Ketua KPPS, bahwa kotak suara tiba di TPS 31, selanjutnya dilakukan pengisian berita acara dan kelengkapan lainnya untuk persiapan pemungutan suara. Setelah dilakukan persiapan oleh KPPS kemudian kegiatan dilanjutkan pencoblosan hingga pukul 13.00 wit. Sesuai DPT untuk TPS 31 sebanyak 491, namun hingga pukul 13.00 wit, pemilih yang ikut pencoblosan hanya 29 orang sehingga dari total kertas suara untuk Bupati/Wakil Bupati Mimika sebanyak 505 surat suara dan 512 surat suara untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.

Pencoblosan dinyatakan selesai /ditutup oleh KPPS dengan kesepakatan saksi. Dengan adanya surat suara sisa yaitu 476 untuk Bupati/Wakil Bupati dan 483 untuk Gubernur/wakil Gubernur yang tidak terpakai/sisa selanjutnya Ketua KPPS meminta masukan kepada para saksi Paslon Bupati/Wakil Bupati dan Gubernur/Wakil Gubernur terkait surat suara sisa tersebut.

Para saksi lakukan rembug/rapat bersama para saksi dan KPPS kemudian dari saksi Paslon yang hadir menyepakati bahwa kertas surat suara sisa dimusnahkan dengan cara dibakar. Hal ini dipertegas dengan pendapat para saksi yang menyampaikan saat Bimtek bahwa surat suara sisa harus dimusnahkan untuk mencegah adanya kepentingan atau penyalahgunaan dari pihak tertentu.

Pertimbangan lain para saksi bahwa saat itu banyak warga yang tidak masuk DPT di TPS 31 lalu lalang dan hendak masuk mencoblos sehingga kemudian diambil kesepakatan bersama para saksi bahwa kertas suara yang masih sisa harus dimusnahkan. Sesaat sebelum pemusnahan surat suara tersebut juga datang 2 orang yang mengaku sebagai petugas Panwaslu yang menyampaikan agar surat suara dikembalikan ke KPU, namun para saksi yang hadir tetap bersikeras agar surat suara sisa dimusnahkan di tempat. ( riy )




Loading Facebook Comments ...