Search

Keseruan Jambore Tentara Jadul Reenactor Indonesia

_20180218_202838

Bogor, reportasenews.com – Puluhan pereka ulang sejarah perang dunia ke-dua, berkumpul dalam satu kegiatan jambore reka ulang sejarah. Dalam acara ini seluruh peserta berpakaian layaknya tentara pada era PD II, lengkap dengan senjatanya.

Mereka yang tergabung dalam Indonesian Reenactor (IDR), mengusung tema ‘Indonesian World War 2 Jamboree 2018’, yang diadakan di kawasan hutan pinus, Gunung Pancar Sentul, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

Para reenactor dari sejumlah daerah di Indonesia berkumpul di acara Jamboree Reenactor 2018. (Tama)

Para reenactor dari sejumlah daerah di Indonesia berkumpul di acara Jamboree Reenactor 2018. (Tama)

Di acara yang berlangsung pada 17 – 18 Februari ini, dihadiri oleh 48 peserta dari sejumlah reenactor (pelaku reka ulang sejarah) yang berasal dari Yogyakarta, Solo, Jombang, Medan, Manado, Bandung, Sukabumi, Jabodetabek, Surabaya. Dalam event yang cukup meriah ini, para peserta bergaya dengan seragam lengkap tempur Jerman, Amerika dan Inggris era PD II. Tidak hanya itu, diantara mereka juga ada yang berimpresi sebagai tentara Jepang, PETA dan Divisi Siliwangi era perang kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam reka ulang pertempuran itu, para peserta terlihat serius memperagakan tiap adegan. Dan yang pasti, sesi pemotretan merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh peserta.
Salah satu peserta yang antusias yaitu Alif Rafik Khan, reenactor Waffen-SS Jerman. Menurutnya, acara dikemas menarik karena latar belakang hutan pinus dianggap tepat untuk memperagakan ulang pertempuran ‘Bloody Gulch’ yang saat itu berlokasi di dekat Carentan, Normandia, Perancis.
“Jadi ini hari pertama jambore, kita baru saja melakukan reka ulang pertempuran Bloody Gulch,” kata Alif, reenactor asal Sukabumi, Jawa Barat.
Reenactor Indonesia memperagakan sebagai tentara Jerman era PD II. (Tama)

Reenactor Indonesia memperagakan sebagai tentara Jerman era PD II. (Tama)

Para peserta sangat antusias dengan acara jambore ini. Menurut mereka acara ini jadi ajang silaturahmi bagi para reenactor dari berbagai daerah di Indonesia.
“Acara ini sangat penting, karena ini menjadi ajang silaturahmi bagi para reenactor,” ujar Budi N. Djarot, yang saat itu berimpresi menggunakan seragam US M42 frogskin.
Mereka berharap, acara jambore ini menjadi awal dari sebuah ajang silaturahmi bagi para reenactor, hingga kedepannya diharapkan akan ada jambore reenactor tiap tahunnya.
“Untuk jambore kali ini, kan ada yang dari Manado, Sumatera dan yang lainnya. Untuk kedepannya semoga lebih ramai lagi, dan lebih besar lagi event-nya,” kata R. Darmawan, yang menggunakan seragam M41 Amerika.
Hobi mereka ulang sejarah memang unik. Apalagi dimana kita harus merekonstruksi sejarah secara akurat, minimal melalui penggunaan seragam. Berbagai cara dilakukan para reenactor, diantaranya membuat ataupun membeli seragam, yang bahkan kelengkapan dan seragam tersebut harus mereka impor.
“Untuk seragam yang kita gunakan ada yang bikin sendiri, bahkan ada yang harus impor,” imbuh Darmawan.
Selaras dengan keinginan para peserta, ketua panitia acara ‘Jamboree Reenactor 2018’, Boy Aries Tjahjono mengatakan, jambore ini diadakan sebagai ajang silaturahmi dan berkumpul para reenactor baik yang perorangan ataupun pada klub reenactor di seluruh Indonesia.
“Jambore ini adalah ajang silaturahmi antar klub yang ada di seluruh Indonesia,” kata Boy kepada reportasenews.com, Minggu (18/02).
Boy menambahkan, di jambore yang akan datang diharapkan akan lebih meriah. Nantinya di jambore selanjutnya, akan diramaikan dengan sejumlah reka ulang pertempuran seperti Pertempuran Pasifik, Eropa dan pertempuran era Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kedepan mungkin akan lebih fokus pada tiga pertempuran yaitu Eropa, Pasifik dan perang kemerdekaan (RI),” imbuhnya. (Tam)



Loading Facebook Comments ...