Search

Ketua DPR: Larang Mahasiswi Pakai Cadar Langgar UUD 45

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (foto:ist)
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (foto:ist)

Jakarta, reportasenews.com  – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai kebijakan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta yang melarang mahasiswa pakai cadar dinilai melanggar Pasal 29 ayat (2) Undang Undang Dasar 1945.

Bamsoet memerintahkan Komisi VIII DPR agar mendorong Kementerian Agama meminta Rektor UIN Sunan Kalijaga memisahkan antara budaya dengan ajaran agama, mengingat kebijakan yang diterapkan tersebut tidak memiliki landasan hukum yang kuat.

Bamsoet meminta Rektor UIN Sunan Kalijaga  berpedoman pada Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Selain itu, Bamsoet juga memerintahkan Komisi X DPR untuk mendorong Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan imbauan kepada setiap rektor di seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar dapat menerapkan kebijakan yang lebih persuasif terhadap mahasiswa dan mahasiswi .

“Tujuannya, guna menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, baik dalam akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus, serta mencegah mahasiswa dan mahasiswi mengikuti suatu aliran radikal dan hal negatif lainnya,” kata Bamsoet rilisnya, Rabu (7/3/2018).

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati juga menyesalkan kebijakan Rektor UIN Sunan Kalijaga yang melarang mahasiswi menggunakan cadar. Apalagi, argumentasi atas kebijakan tersebut guna mendorong pemahaman Islam moderat yang sesuai dengan empat pilar kebangsaan.

“Argumentasi tersebut sama sekali tidak memiliki korelasi antara paham dengan tampilan, antara isi kepala dengan busana yang dipakai,” ungkap Reni, Selasa (6/3/2018).

Politisi PPP ini menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 e ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Reni menambahkan, perguruan tinggi sebaiknya fokus menumbuh-kembangkan semangat nasionalisme di kalangan mahasiswa dengan tidak terjebak pada urusan pinggiran yang sama sekali tidak memiliki korelasi substansi terhadap persoalan.

“Perguruan tinggi sebaiknya fokus pada peran utamanya sebagai agent of change dengan memperkaya khazanah intelektualitas mahasiswa, memperkuat basis penelitian berbagai keilmuwan, dan menjadikan pusat kajian berbagai pemahaman,” tuturnya.

Reni menegaskan, sepanjang pemahaman dan keyakinan seseorang tidak keluar dari prinsip kebangsaan dan NKRI, seyogyanya tidak perlu dipersoalkan. Cadar harus ditempatkan sebagai implementasi pemahaman seseorang atas keyakinannya.

Sebelumnya, ramai diberitakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta akan memecat mahasiswi yang tidak mau melepas cadar saat beraktivitas di kampus. Hal ini dilakukan sesuai surat resmi dengan nomor B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018. (*)




Loading Facebook Comments ...