Search

Khofifah Targetkan, Tahun 2023 Jatim Bebas Katarak dan Stunting  

Gubernur Jatim Khofifah Indar Paransa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Paransa

Situbondo,reportasenews.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menargetkan  Jawa Timur bebas katarak pada tahun 2023  mendatang. Oleh karena itu,  pihaknya  meminta kepada seluruh kader PKK di Jawa Timur, untuk menyisir dan mendata warga di sekitarnya yang menderita katarak.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung GubernurJawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47 Tahun 2019, yang  dilaksanakan di Destinasi Wisata Kampung Kerapu, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

“Kita meminta kepada seluruh kader PKK untuk menyisir supaya mereka bisa menyampaikan data masyarakat terdekat yang memerlukan operasi katarak,” imbau Khofifah.

Menurutnya,  berdasarkan data angka kebutaan di Jawa Timur masih berada di atas rata-rata nasional, yaitu 4,4 persen. Sedangkan angka rata-rata nasional 3 persen.  Oleh karena itu, pihaknya  berharap pada   tahun 2023 mendatang,  Jawa Timur sudah bebas katarak.

“Karena sebanyak 81 persen angka kebutaan di Jawa Timur akibat katarak. Oleh karena itu, kami menargetkan pada tahun 2023 mendatang, Jawa Timur terbebas dari katarak,”kata Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah menambahkan, pihaknya juga meminta kepada para kader PKK  untuk bergerak melihat di sekeliling rumah mereka, guna memastikan tidak ada balita dan ibu hamil yang kurang gizi. Sebab hal itu akan menjadi penyebab utama meningkatnya angka stunting di Jawa Timur,  yang  diketahui masih cukup tinggi, jika dibandingkan dengan angka stunting tingkat nasional yang hanya 30 persen.

“Angka stunting di Jawa Timur  cukup tinggi, yakni  mencapai 33 persen, sedangkan angka stunting ditingkat nasional hanya  sebesar  30 persen,” katanya.

Lebih jauh Khofifah menegaskan, melalui posyandu-posyandu yang dimiliki oleh PKK,  pihaknya berharap mampu membangun sinergitas dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK)Pemprov Jatim, dengan lebih efektif, sehingga termonitor dan terlapor.

“Jika sudah terlapor, maka kita akan melakukan intervensi untuk menurunkan stunting dan melakukan pemetaan untuk memastikan 2023 Jawa Timur bebas katarak,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...