Search

KKP Berharap 100 Spesies Baru Dapat Diekspor

KPP resmikan Laboratorium Uji Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH)  di  Depok, jawa Barat, Jumat (8/3/2019),
KPP resmikan Laboratorium Uji Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) di Depok, jawa Barat, Jumat (8/3/2019),

Depok, Reportasenews.com – Ekspor perdagangan ikan hias Indonesia mencapai 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 860 miliar pertahun dari jumlah ikan yang dijual sebanyak 1,1 miliar ekor. Angka tersebut ternyata masih kecil dibandingkan dari ribuan spesies ikan hias yang dimiliki Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja mengungkapkan, ekspor Rp 860 miliar yang diperoleh Indonesia ternyata hanya 7 persen dari market share ikan hias dunia dari 30 spesies ikan hias. Indonesia sendiri memiliki 4.300 spesies ikan hias.

Oleh karenanya, Laboratorium Uji Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) yang terletak di Jalan Perikanan, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (8/3/2019), diresmikan KKP.

Kata Sjarief, tujuannya dapat mengembangkan 100 spesies baru yang nantinya akan dipasarkan ke mancanegara.

Laboratorium itu sendiri dibuat guna melengkapi lima laboratorium yang sudah dahulu dimiliki BRBIH, yakni Laboratorium Genetik, Laboratorium Nutrisi, Laboratorium Kualitas Air, Laboratorium Pakan Alami, dan Laboratorium Biologi.

“Jika dapat ditingkatkan menjadi 100 spesies yang dipasarkan, sudah tiga kali lipat kan? Mungkin market share kita bisa 60 persen di dunia. Ikan hias ini belum tersentuh,” kata Sjarief seusai peresmian Laboratorium Uji BRBIH.

Dalam mewujudkan itu, BRSDM bekerjasama dengan PT. Biomagg Sinergi International untuk riset pakan ikan alternative dari magot dan turunannya, Politeknik Negeri Semarang untuk pengembangan hasil riset Smart Aquaculture, dan Badan Pengelola Waduk Cirata untuk pemanfaatan hasil riset dengan aplikasi Smart KJA (keramba jaring apung).

Kendati Indonesia mempunyai ribuan spesies, selama ini tak mudah menjual lantaran termasuk komoditas hobi. Namun, ikan hias tetap punya potensi ekonomi yang besar kalau dikembangkan secara serius.

“Dulu kan pernah booming tuh tanaman gelombang cinta, anturium. Nah, kita harus bikin gelombang cinta baru, ikan hias baru,” sebutnya.

Kota Depok, ungkap dia, salah satu sentra ikan hias terbesar di Indonesia. Begitu pun, Kota Pontianak, Blitar, dan Jambi. Kebanyakan spesies ikan yang dibudidayakan merupakan nama-nama yang selama ini sudah dikenal. Misalnya, arwana, koi, cupang, dan botia. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...