Search

KLH dan Tim Gabungan Bongkar Dua Industri Kayu Ilegal di Kawasan Hutan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

Tim Operasi berhasil membongkar 2 (dua) industri pengolahan kayu ilegal yang berada di dalam kawasan HPT dan menyegel Tempat Penampungan Kayu Terdaftar Kayu Olahan (TPT-KO) PT. Byson Rimba Pratama (BRP
Tim Operasi berhasil membongkar 2 (dua) industri pengolahan kayu ilegal yang berada di dalam kawasan HPT dan menyegel Tempat Penampungan Kayu Terdaftar Kayu Olahan (TPT-KO) PT. Byson Rimba Pratama (BRP
Pekanbaru, reportasenews.com –   Tim Gabungan Ditjen Gakkum LHK, Batalyon Arhanud 13/Parigha Buana Yudha dan Korem 031 Wirabima melakukan Operasi pengamanan pembalakan liar dan peredaran hasil hutan ilegal di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Batang Lipai Siabu Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.
Tim Operasi berhasil membongkar 2 (dua) industri pengolahan kayu ilegal yang berada di dalam kawasan HPT dan menyegel Tempat Penampungan Kayu Terdaftar Kayu Olahan (TPT-KO) PT. Byson Rimba Pratama (BRP)
yang diduga menampung kayu hasil pembalakan liar.
Operasi ini dilakukan berdasarkan informasi intelijen bahwa terdapat industri pengolahan kayu di dalam kawasan HPT Batang Lipai Siabu Kab. Kuantan Singingi yang diduga mengolah kayu ilegal hasil pembalakan liar dari kawasan SM Rimbang Baling dan kawasan hutan di sekitarnya.
Kayu hasil olahan tersebut ditampung di TPT-KO PT. BRP untuk selanjutnya dijual dengan dokumen berupa nota angkutan dari TPT-KO. Barang bukti hasil operasi berupa 3 (unit) mesin pengolah kayu dan peralatan pendukungnya, 18 m3 kayu olahan dan 5 m3 kayu bulat diamankan ke Kantor Seksi Wilayah II Balai Gakkum LHK Sumatera beserta saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Terhadap industri pengolahan kayu dapat diduga melanggar Pasal 87 Ayat (1) huruf b Undang-Undang No. 18 tahun  2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman  pidana penjara paling sedikit 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 Milyar.
Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, menyampaikan keberhasilan operasi ini karena didukung data dan informasi akurat dari operasi intelijen yang dilakukan sebelumnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa operasi saat ini adalah langkah awal untuk operasi-operasi selanjutnya dalam rangka pemberantasan aktifitas perusakan hutan khususnya di Provinsi Riau.
Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani menegaskan bahwa KLHK terus berkomitman dalam penyelamatan sumber daya hutan dan lingkungan untuk mendukung penuh terwujudnya fungsi kawasan hutan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Kami akan terus bersinergi dengan dari Kepolisian, TNI, Kejaksaan, KPK dan instansi terkait lain dalam upaya penegakan hukum LHK,” tutup Rasio Ridho Sani. (das)



Loading Facebook Comments ...