Search

Kondisi Wisata Bahari Pasir Putih, Situbondo, Ditengah Pamdemi Covid 19

Kondisi wisata bahari Pasir Putih, Situbondo, ditengah mewabahnya virus corona atau covud 19 di Kabupaten Situbondo. (fotoi.fat)
Kondisi wisata bahari Pasir Putih, Situbondo, ditengah mewabahnya virus corona atau covud 19 di Kabupaten Situbondo. (fotoi.fat)

Situbondo, reportasenews.com -Mewabahnya virus corona atau covid 19 di sejumlah daerah di Indonesia, dampaknya sangat dirasakan  oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Situbondo, seperti sebanyak 2.000 pelaku wisata di Kabupaten Situbondo,  yang  mengaku menganggur setelah pemerintah menutup total destinasi wisata di Kabupaten Situbondo.

Pemkab Situbondo resmi menutup  sejumlah tempat wisata di  Kabupaten Situbondo sejak  23 Maret 2020  lalu, menyusul  dengan kebijakan social distancing dan phsycal distancing.   Akibatnya,  sebanyak  2000 orang  lebih kehilangan pekerjaan baik pelaku usaha maupun karyawan.

Tutik Margiyanti  Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispar) Kabupaten Situbondo  mengatakan,  akibat mewabahnya  virus corona atau  Covid-19 di Kabupaten Situbondo,  menyebabkan ribuan pelaku wisata dirumahkan.

”Itu dilakukan, karena pemerintah memberlakukan kebijakan social distancing, sehingga  untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19,  sesuai intruksi Bupati Situbondo (Dadang Wigiarto red-), kami  langsung  menutup total  sebanyak 13 destinasi wisata,”kata Tutik Margiyanti, Rabu (15/4/2020).

Tutik Margiyanti menegaskan, pelaku usaha restoran maupun perhotelan di lokasi wisata sebenarnya tidak ditutup, namun mereka  tutup dengan sendirinya karena tidak adanya pengunjung.” Akibatnya, para karyawan di rumah makan dan restoran tersebut  juga ikut di rumahkan,”bebernya.

Tutik mengaku, selama ini para pelaku wisata menggantungkan penghasilan dari objek wisata. Saat ini pihaknya mengupayakan para karyawan yang di rumahkan bisa mendapatkan bantuan sosial serta diupayakan terdaftar  di kartu prakerja.

“Sesuai ketentuan Pemerintah ada 10 kategori pelaku wisata termasuk karyawan yang bekerja di lokasi wisata. Oleh karena itu, untuk pelaku usaha  kami akan mengupayakan bantuan KUR atau Kredit Usaha Rakyat. Itu dilakukan dengan tujuan  untuk menopang keberlangsungan usaha mereka,”pungkasnya.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...