Search

Konservasi Digalakkan di Lahan Kritis Kabupaten Pasuruan

Konservasi yang dilakukan Pemkab Pasuruan beserta pihak-pihak terkait lainnya. (foto : abd)
Konservasi yang dilakukan Pemkab Pasuruan beserta pihak-pihak terkait lainnya. (foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Kurangnya pemahaman oleh sebagian oknum masyarakat yang sering melakukan ekploitasi lahan di Kabupaten Pasuruan, yang mengakibatkan dampak lingkungan yang cukup luas, menimbulkan keprihatinan semua pihak, karena bisa mengganggu ekosistem air bawah tanah. Karenanya harus dilakukan konservasi secara serius yang melibatkan semua masyarakat.

Bahkan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terus menggalakkan konservasi air bawah tanah. Hal itu sekaligus untuk mempertahankan keberadaan air bawah tanah.“Maka dari itu kegiatan semacam konservasi dengan menaman sejumlah pohon harus sering dilakukan,” ujar Sekda Pemkab Pasuruan, Agus Sutiadji di acara konservasi di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Kamis (15/3/2018).

Kegiatan penanaman pohon tersebut akan lebih sering dilakukan, terutama di sejumlah daerah yang dinyatakan kritis bencana, yang dikelompok oleh beberapa zona. Seperti zona 1 berada di wilayah lereng Gunung Bromo, Kecamatan Grati, Rejoso, Winongan, Gondang Wetan dan Pasrepan. Sementara itu untuk zona 2 berada di Gunung Welirang dan sekitarnya.

Kegiatan konservasi ini, dihadiri sekitar 20 perusahaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sejumlah elemen masyarakat seperti, Karang Taruna, Pemerintah Desa, jajaran forum Daerah Aliran Sungai (DAS), Perhutani dan Tahura.”Konservasi ini penting. Karena harus ada keseriusan semua pihak,” jelas Abdus Syukur, salah satu pemerhati Forum DAS, saat hadiri kegiatan konservasi tersebut.

Keterlibatannya dengan sejumlah perusahaan, karena 95 persen perusahaan di Kabupaten Pasuruan memanfaatkan air bersih. Sehingga perlu adanya sinergi antara pihak swasta dalam hal ini perusahaan, sebagai tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Namun dalam hal ini respon perusahaan terkait tanggung jawab lingkungan selama ini, dianggap kurang maksimal.

Banyaknya perusahaan tersebut, lantaran di Kabupaten Pasuruan terdapat sungai bawah tanah yang paling baik, dan sekitar 80 persen perusahaan air kemasan di Jawa Timur berada di Kabupaten Pasuruan. Untuk menjaga lingkungan, Pemkab Pasuruan terus melakukan kegiatan penanaman pohon sebanyak-banyaknya, agar kedepannya para generasi bangsa bisa mendapatkan lingkungan yang baik. (abd)




Loading Facebook Comments ...