Search

Konservasi Hutan Jadi Sasaran Pegiat Lingkungan di Bekas Lahan Banjir Bandang

Penyerahan secara simbolis berupa bibit pohon dari pegiat lingkungan untuk perwakilan perusahaan, Kamis (24/1/2019) siang. (Foto : abd)
Penyerahan secara simbolis berupa bibit pohon dari pegiat lingkungan untuk perwakilan perusahaan, Kamis (24/1/2019) siang. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Kalangan pegiat lingkungan lintas Jawa Timur berkomitmen dengan menggelar kegiatan konservasi di lahan bekas terjadinya banjir bandang di hutan Rambutmoyo batas Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jatim, sejak Rabu – Kamis (23-24/1/2019). Kegiatan ini sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan hutan.
Konservasi yang dibungkus dengan kegiatan Jambore nandur pegiat lingkungan dan Kehutanan Kabupaten Pasuruan ini, melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) desa setempat dan puluhan perusahaan yang berkomitmen untuk ikut serta menjaga kerusakan hutan di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan, agar kerusakannya tak lebih parah.
Panitia Jambore nandur, Sugianto menuturkan, kegiatan konservasi melibatkan 4 unsur yakni Akademis, masyarakat diantaranya kelompok petani dan LMDH, Pemerintah dan Swasta.”Inilah yang kita harapkan. Karena urusan konservasi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Jadi semuanya terlibat,” paparnya, di sela kegiatan konservasi, Kamis (24/1/2019).
Pihaknya berharap dengan kegiatan perbaikan lingkungan dengan melibatkan semua unsur tersebut diharapkan berhasil.”Kita kampanyekan konservasi ini telah dilakukan 3 tahun yang lalu. Jadi aplikasinya tidak ceremonial saja. Kalau ada gebyar seperti ini, adalah sebuah appresiasi dilakukan dengan jambore,” kata Sugianto, yang juga ketua yayasan si Hijau ini.
Jambore kali ini yakni aplikasi nandur, ada refleksi permateri-permateri tak hanya lakukan kegiatan fisik menanam. Namun juga diisi dengan sarasehan yang mendatangkan tiga nara sumber diantaranya, pemerhati, akademis dan pemerintah dan pihak pegiat lingkungan yang diwakili oleh Forum DAS.”Jambore ini justru mendapat apresiasi,” beber dia.
Dalam kegiatan konservasi ini, akan ditaman 10 ribu bibit pohon produksi di lokasi lereng Gunung Bromo selama sepekan. Sekaligus konservasi kali ini sebagai upaya untuk lokasi tangkapan air untuk mensuplai DAS Rejoso dan sumber air Umbulan yang debitnya kian tahun dikabarkan terjadi penyusutan secara signifikan akibat banyaknya alih fungsi hutan. (abd)



Loading Facebook Comments ...