Search

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Pentagon Sebut Itu Rudal ICBM

Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan bom hidrogen/ ist
Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan bom hidrogen/ ist

Korea Utara, reportasenews.com – Pagi ini, ‘Sianak bandel’ Korea Utara telah melepaskan sebuah rudal balistik, yang jatuh di laut Jepang, demikian menurut militer Korea Selatan, Jepang dan AS. Pentagon mengatakan bahwa penilaian awal mengindikasikan bahwa itu adalah sejenis rudal balistik antar benua (ICBM).

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan yang pertama mengatakan soal peluncuran tersebut. “Korea Utara meluncurkan rudal balistik tak dikenal ke arah timur dari sekitar Pyongsong, Provinsi Pyongan Selatan, saat fajar hari ini,” katanya, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap. Seoul dan Washington sedang menganalisis lintasan rudal itu, tambahnya.

Pentagon kemudian mengatakan telah mendeteksi dan melacak peluncuran rudal Korea Utara.

Juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning menggambarkan proyektil tersebut sebagai rudal balistik antar benua, menambahkan bahwa ia menempuh jarak sekitar 1.000 km sebelum terjun ke Laut Jepang.

Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sudah diberitahu tentang peluncuran baru Pyongyang saat rudal tersebut masih berada di udara.

Trump akhirnya menyebut peluncuran rudal Korea Utara “sebuah situasi yang akan kita tangani.” Peluncuran tersebut tidak akan mengubah pendekatan AS terhadap masalah Korea Utara, tambahnya.

Kantor perdana menteri Jepang mengatakan bahwa rudal Korea Utara tampaknya mendarat di perairan lepas pantai Jepang di zona ekonomi eksklusif negara tersebut.

PM Jepang memerintahkan pertemuan darurat menteri kabinet, menurut Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga. Tokyo juga telah menyatakan “protes keras” atas peluncuran tersebut.

PM Jepang Shinzo Abe juga telah meminta sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Setelah peluncuran Korea Utara, militer Korea Selatan melakukan latihan rudal “presisi mogok”, Yonhap melaporkan.

Militer Korea Selatan mengatakan bahwa rudal itu terbang sekitar 960 kilometer, mencapai ketinggian puncak 4.500 kilometer.

Angka-angka tersebut belum dapat diverifikasi oleh sumber lain, karena ketinggian seperti itu akan membuat proyektil berjalan dengan baik ke luar angkasa, dengan orbit bumi ditandai pada jarak 2.000 kilometer.

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa rudal tersebut terbang lebih tinggi dari proyektil rudal lainnya yang pernah diluncurkan Korea Utara sebelumnya.

Peluncuran rudal Korea Utara pagi ini, jika benar telah dikonfirmasi, akan menjadi ujian pertama yang dilakukan oleh Pyongyang sejak September, ketika Pyongyang melepaskan sebuah rudal balistik diatas Jepang. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...