Search

Korea Utara Sebut Tidak Butuh Senjata Nuklir Jika Memiliki Jaminan Keamanan

hidrogenbom-korut-Shot023

Korea Selatan, reportasenews.com – Korea Utara mengatakan tidak perlu untuk memiliki senjata nuklir jika memiliki jaminan keamanan, Seoul telah mengkonfirmasi, menurut kantor berita AP dan Yonhap.

Korea Utara juga berjanji untuk membekukan kegiatan rudal nuklirnya jika mengadakan pembicaraan dengan AS.

Pyongyang dan Seoul sepakat untuk melakukan perundingan bilateral yang dijadwalkan bulan depan, kata penasihat keamanan utama Korea Selatan Jae-in, seperti yang dikutip oleh kantor berita Yonhap. Para pemimpin kedua negara diharapkan hadir.

Pertemuan tersebut akan diadakan di Panmunjom di zona demiliterisasi, 53km utara Seoul, kata Chung.

“Korsel dan Korut telah sepakat untuk membuat telepon hotline di antara para pemimpin mereka untuk memungkinkan konsultasi yang erat dan pengurangan ketegangan militer, sementara juga menyetujui untuk mengadakan percakapan telepon pertama sebelum KTT ke-2 anta Selatan-Utara,” tambahnya.

KTT tersebut akan menjadi yang ketiga dalam sejarah perpecahan bangsa. Sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengadakan makan malam dengan delegasi dari Seoul yang, menurut media pemerintah, melanjutkan “atmosfir yang tulus.”

“Mendengar niat Presiden Moon Jae-in untuk pertemuan puncak dari utusan khusus di sisi selatan, (Kim Jong-un) bertukar pandangan dan membuat kesepakatan yang memuaskan,” kantor berita resmi Korea Utara KCNA melaporkan.

Sementara kedua Korea menunjukkan tanda-tanda mendekat, Washington malah terus mengirimkan pesan beragam mengenai jalan buntu. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa dia terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Pyongyang, namun mengeluarkan sebuah peringatan bahwa Washington tidak akan menyimpang dari kebijakan penggunaan “tongkat gebukan”.

“Kami tidak menggunakan wortel untuk meyakinkan mereka untuk berbicara, kami menggunakan tongkat besar, dan itulah yang perlu mereka pahami. Kampanye tekanan ini akan ditujukan buat Korea Utara, “katanya.

Pada bulan Februari, Washington mengumumkan paket sanksi terbesarnya dalam upaya untuk menekan Korea Utara agar melepaskan program rudal nuklir dan balistiknya. Dalam sebuah pernyataan, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan “fase dua” jika sanksi yang diberlakukan terhadap Pyongyang tidak memiliki efek yang diinginkan.

Washington telah lama menolak roadmap yang diajukan oleh Moskow dan Beijing untuk membawa semacam solusi bagi krisis Korea. Dijuluki sebuah “rencana pembekuan ganda”, proposal tersebut membayangkan AS dan sekutu regionalnya menghentikan latihan dengan imbalan Korea Utara, menghentikan pengembangan rudal dan uji coba rudal.

Pyongyang menekankan bahwa pemakaian teknologi nuklirnya murni defensif, mengatakan bahwa hal itu dirasakan dipicu oleh perang berulang yang dilakukan Washington di depan pintunya. Provokasi AS itulah yang membuat Korut jadi selalu siap. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...