Search

Korsleting Listrik,  Warung Makan di Situbondo Ludes  Terbakar 

Puing puing bangunan rumah makan yang ludes terbakar. (foto:fat)
Puing puing bangunan rumah makan yang ludes terbakar. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Diduga akibat terjadi korsleting listrik, sebuah bangunan semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu atau gedek milik Bu Kamaria (45), warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Situbondo hangus terbakar.
Selain itu, seluruh perabot rumah tangga  yang disimpan di bangunan semi permanen,  yang  dibuat untuk usaha warung makan oleh korban juga ikut hangus terbakar. Kerugian materi akibat kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Diperoleh keterangan, pertama kali peristiwa kebakaran warung makan milik korban Kamaria  itu,  diketahui oleh salah seorang pengendara sepeda motor, yang sedang melintas dilokasi kejadian.
Mengetahui ada kobaran api dibagian belakang warung makan milik korban, pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Sukarto langsung berteriak minta tolong, sehingga puluhan warga sekitar  memadamkan kobaran api, dengan menggunakan alat seadanya.
Bahkan, berkat  kekompakan warga sekitar, kobaran api yang membakar warung makan milik korban itu,  berhasil dipadamkan sekitar 1 jam setelah kejadian. Tidak ada korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut, karena saat kejadian warung makan dalam kondisi tutup, sedangkan pemiliknya sedang beristirahat di rumahnya.
“Saya baru tahu warung terbakar, setelah ditelepon oleh salah seorang warga, karena saat kejadian warung dalam kondisi sudah tutup, sedangkan saya sedang tidur di rumah,”kata Kamaria, Sabtu (15/6/2019).
Puryono koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mengatakan, dugaan sementara kebakaran warung makan milik korban itu,  akibat terjadi korsleting listrik, sehingga percikan api langsung  membakar warung makan yang terbuat dari gedek tersebut.
“Karena warung makan milik korban berdekatan dengan lokasi yang padat dengan rumah milik penduduk, sehingga puluhan warga sekitar kompak memadamkan kobaran api, dengan menggunakan alat seadanya.”pungkas Ipung.(fat)



Loading Facebook Comments ...