Search

Korupsi 3,9 M, Kadis PU Pegunungan Bintang Resmi Ditahan Polda Papua

Kadis PU Pegunungan Bintang dan tiga orang lainnua saat berada diruang tahanan Polda Papua. (foto : riy)
Kadis PU Pegunungan Bintang dan tiga orang lainnua saat berada diruang tahanan Polda Papua. (foto : riy)

Jayapura, reportasenews.com – Penyidik Reskrimsus Polda Papua resmi menahan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Bintang Beserta Tiga Orang Lainnya Yang Diduga Terlibat Dalam korupsi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2016 di Kabupaten Pegunungan Bintang yang menelan anggaran mencapai Rp. 5 Miliyar. Penangkapan Keempat tersangka ini dilakukan selasa malam (14/05).

Kepala dinas PU serta 3 orang lainnya langsung digiring oleh penyidik ke ruang tahanan Polda Papua untuk ditahan selama 20 hari kedepan.

Adapun lima kampung ini diantaranya, jalan di Kampung Aldom Silifmata Distrik Oksibil, jalan di Kampung Parim Yakmor Dostrik Seram Bagor, jalan di Kampung Iriding Okbunding Disrtik Okibab, jalan di Kampung Okbon Minumbik dan jalan di Kampung Pepera Bungor Distrik Pepera.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Edi Swasono kepada wartawan via telepon di Polda Papua, menjelaskan bahwa ke empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka polda sejak tahun lalu dan sekarang ditahan adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Ketua Panitia Lelang yang merupakan pegawai Dinas PU dan satu orang kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

” mereka setelah kami temui dan mereka dinyatakan keadaan sehat oleh dokter kita , langsung kami tahan malam ini juga selama 20 harinkedepan untuk proses selanjutnya nanti kita terus lakukan sampai nanti proses pelimpahan ke kejaksaan”. Tegasnya.

Edi Menambahkan jika Modus yang dilakukan para koruptor dalam mengambil keuntungan uang negara adalah dimana paket pekerjaan jalan itu di pecah menjadi lima paket dan tak adanya proses lelang proyek Karena menunjuk langsung namun kenyataan dilapangan tidak adanya proyek yang dilakukan alias fiktif. Diduga dana ini dibagi bagi untuk memperkaya diri, soal adanya keterlibatan kepala daerah dalam hal ini aparat belum bisa pastikan namun akan  terus menyelidikinya sesuai pengembagan nantinya. (Riy)

Sementara itu situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang Hingga saat ini masih lumpuh total semenjak adanya pembakaran rumah bupati constan oktemka, masyarakat  masih melakukan pemalangan kantor kantor pemerintah dan seluruh aktivitas perbankan dan penerbangan juga belum normal dimana masyarakat menuntut agar bupati diganti karena dinilai tidak mensejatrakan warganya karena tak adanya pembangunan selama dua setengah tahun memimpin kabupaten oksibil. ( riy )




Loading Facebook Comments ...