Search

Korupsi Dana  Desa Ratusan Juta, Kades Kalianget Situbondo Ditetapkan Sebagai  DPO

Kasi Pidsus Kejari Situbondo Reza Aditya Wardhana. (foto:fat)
Kasi Pidsus Kejari Situbondo Reza Aditya Wardhana. (foto:fat)

Situbondo,reportasemews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari)  Situbondo, menetapkan Kepala Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, yakni Mulyadi sebagai buronan. Bahkan, Mulyadi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Situbondo.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, Nur Slamet  melalui Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasi Pidsus) Reza Aditya Wardhana  mengatakan,  pihaknya terpaksa menetapkan MulyadiKepala Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur,   masuk dalam DPO Kejari Situbondo. Sebab,  setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupi  Dana Desa (DD) Tahun 2018 lalu, namun Mulyadi  selaku Kepala Desa (Kades) Kalianget itu langsung kabur.

“Saat kasusnya  masih dalam tahap penyelidikan, Mulyadi selaku  Kades Kalianget tidak  pernah memenuhi panggilan penyidik. Bahkan,  saat akan diperiksa  dengan status sebagai saksi hingga tersangka, dia pun tidak pernah hadir, “ujar Kasi Pidsus  Reza Aditya Wardhana, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, karena terkesan tidak ada itikad baik dari Mulyadi selaku Kades Kalianget. Bahkan, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Tahun 2018 lalu, Mulyadi langsung kabur dari rumahnya, sehingga  pihaknya menetapkan Mulyadi masuk dalam DPO Kejari Situbondo sejak  Selasa 8 Oktober 2019 lalu.

“Kami  menetapkan tersangka  Mulyadi sebagai DPO sejak 08 Oktober  2019,   di mana status penetapan tersangka DPO,  setelah  kami melakukan semua tahapan penyelidikan,”bebernya.

Pria yang akrab dipanggil Aditya menegaskan, dalam kasus penyelewengan DD Tahun 2018 lalu itu, penyidik baru menetapkan satu orang tersangka, yakni Mulyadi selaku Kades Kalianget. Sebab, dengan jabatannya Mulyadi bertanggung jawab penuh terhadap anggaran DD tahun 2018 lalu. ” Sementara kita baru menetapkan satu tersangka, untuk tersangka lain masih tidak ada,”imbuhnya.

Lebih jauh Aditya menambahkan, dalam melakukan dugaan korupsi DD tahun  2018 lalu, Mulyadi merencanakan untuk membangun  proyek  fisik dengan nilai sekitar  Rp.400 juta,  namun proyek fisik  tidak dikerjakan oleh Mulyadi,  meski  uang sekitar Rp.400 juta sudah  dicairkan pada pencairan DD tahap dua tahun 2018 lalu.”Selain itu, dalam mengelola uang DD, Mulyadi tidak melibatkan perangkat Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...