Search

Kosong Setahun, PTUN Mataram Akhirnya Punya Wakil Ketua

Wakil Ketua PTUN Mataram, Subur MS, S.H., M.H., siap melaksanakan tugas melayani pencari keadilan (foto:pei)
Wakil Ketua PTUN Mataram, Subur MS, S.H., M.H., siap melaksanakan tugas melayani pencari keadilan (foto:pei)

Mataram, reportasenews.com–  Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara   Mataram, Sri Setyowati , S.H., M.H. melantik dan mengambil sumpah  Subur MS, S.H., M.H.  sebagai Wakil Ketua PTUN  Mataram ,  Kamis (11/1/2017),  di ruang sidang  PTUN  jalan Jl. Dr. Soedjono Lingkar Selatan,  Mataram Nusa Tenggara Barat.

Resmi menjabat sebagai wakil Ketua PTUN,  Subur MS, berjanji dalam fakta integritas yang dibacakannya di hadapan saksi dan para hadirin.

“Saya tidak akan melakukan praktek  korupsi, kolusi dan nepotisme untuk tujuan menguntungkan diri sendiri atau  orang lain atau kelompok tertentu. “ janji Subur

Usai  melantik dan mengambil sumpah jabatan,  ketua PTUN Mataram, Sri setyowati, SH. M.H, menyatakan kegembiraanya .

“ Pasti ini bisa meringankan beban dan tugas saya. “ Kata Sri .

Setahun sudah Sri bertugas sebagai ketua PTUN Mataram tanpa didampingi wakil ketua.Ia  mengaku  tidak mudah bekerja sendiri . Oleh karenanya ia sangat mengharapkan ada wakil yang bisa membantu menjalan organisasi.

“Dengan hadirnya beliau, saya berterimaksaih kepada Mahkamah Agung yang telah memberikan partner kerja. Kami bisa menjadi duet pimpinan dalam menjalankan organisasi.”Pungkas  Sri.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua PTUN Mataram, subur adalah  Hakim Madya Muda yang bertugas di  Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dengan Pangkat Pembina Tingkat I (IV / b.)

Pria asli Betawi kelahiran 1967 ini adalah lulusan cumlaud Akademi Litigasi Indonesia, ALTRI dan program studi Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Saat bertugas di PTUN Jakarta, Subur pernah menangani perkara kakap seperti konflik partai Golkar  2015 lalu. Saat itu  Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Munas Bali dan Munas Ancol hingga berperkara di PTUN Jakarta.

Subur, Anak tukang Ketupat Keliling jadi Hakim

Siapa sangka Subur MS yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua PTUN Mataram lahir  dari keluarga sederhana.

Ayah Subur, almarhum Minan Saibih adalah lelaki gigih yang menghidupi keluarganya dengan berdagang ketupat sayur keliling di bilangan Grogol Jakarta Barat.

Meski hidup dalam keterbatasan  , ayah dan Ibu Subur sangat memprioritaskan pendidikan anak anaknya.

“Padahal emak dan Baba gak  bisa baca dan tulis, tapi kami diminta terus belajar dan satu lagi pesan mereka,  jangan pernah meinggalkan sholat.” Subur mengisahkan masa lalunya kepada reportasenews.com.

Ditengah masa  sekolah,  seringkali  subur menemani ayahnya keliling jual ketupat.

“ Hasil jual ketupat berapa sih ? ya gak  seberapa lah, setelah dipotong untuk biaya makan kami sekeluarga, uniknya  Baba  masih bisa menabung  di celengan. Nah tabungan itulah  yang digunakan untuk keperluan sekolah.” Tutur anak ke sebelas dari 13 bersaudara ini.

Masa kanak  hingga remaja tidak jarang  dihabiskan Subur di dapur. Ia biasa membantu ibunya  memasak ketupat sayur khas betawi.

Saat membantu mengupas bawang atau menyiangi cabai, ada kebiasaan subur membaca kertas yang menjadi bungkus sayuran tersebut. Anehnya seringkali ia menemukan lembaran kertas yang berisi tulisan tentang aturan , undang undang dan perkara hukum. Saking sukanya membaca, tulisan  tersebut ia kumpulkan sebagai kliping.  Bisa jadi  dari hobi  tersebut tumbuh minat dan  kepedulian yang kuat  terhadap persoalan hukum.

Tak heran selepas SMA ia lanjutkan sekolah di Akademi Litigasi Indonesia, Altri. Di akademi tersebut ia aktif  dalam organisasi mahasiswa .

Lulus dari ALTRI, Subur memulai karir sebagai PNS  pada 1993, di PTUN Padang, Sumatera Barat. Sambil bekerja ia melanjutkan kuliah S 1 dan Program Magister Hukum.

Berkat ketekunannya  karir Subur terus meningkat.  Tahun 1998  ia diangkat menjadi panitera pengganti hingga menjadi calon hakim di PTUN Jambi.  2002 awal ia kembali ke PTUN Padang, kali ini ia telah dilantik  sebagai  hakim.

Menekuni tugas sebagai hakim ia melakukan tour of duty ke yogya dan Semarang,

Karena berprestasi ia mendapakan amanah  untuk menjadi Asisten Hakim Agung di Mahkamah Agung  sejak 2009 – 2015. Selama kurun waktu tersebut ia telah mendampingi tiga hakim agung, yakni Prof.  Dr. Ahmad Sujardja,  S. H.,  M.A. ,  Dr. Irfan Fachruddin, S.H., CN.  Dan  Dr.  Yulius,  S.H., M.H.

“Itu sebuah pengabdian  yang membuat saya bangga dan bersyukur, karena saya  bisa belajar banyak dari tiga orang hakim agung.  Kebahagiaan saya bertambah saat saya dilibatkan dalam Tim Pembaharuan Mahkamah Agung, khusunya pembaharuan dalam Bidang Manajemn Perkara” Tutur Subur.

Usai bertugas di Mahkamah agung ia ditempatkan di PTUN Jakarta.

Dalam Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit And Proper Test)  Calon Wakil Ketua Pengadilan tingkat pertama  yang dilaksanakan  Mahkamah Agung Mei 2017 lalu, Subur MS mendapatkan rangking pertama.

Ia mulai menjalani tugasnya sebagai wakil ketua PTUN Mataram sejak dilantik kamis, (11/1/2017).

“Pada prinsipnya saya siap ditugaskan dimana saja,  menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bisa mengabdi di Mataram.  ini daerah yang relijius hingga dijuluki Negeri Seribu Masjid. Lombok juga tempat yang bagus , memiliki banyak pantai yang indah,” pungkas pecinta olah raga memancing ini. (Pei)




Loading Facebook Comments ...