Search

KPK Siap Bantu Tangani Perkara Korupsi Nur Mahmudi Ismail

Juru Bicara KPK Febri Diansyah . (foto:istimewa)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah . (foto:istimewa)

Depok,reportasenews.com  – Kepolisian tampaknya tak mau main-main dalam menangani perkara korupsi mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Harry Prihanto atas proyek pembebasan dan pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok yang telah merugikan negara hingga Rp 10,7 miliar dari APBD tahun 2015. Hal itu dikarenakan korps Bhayangkara menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani perkara tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihak telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus Jalan Nangka yang melibatkan unsur petinggi di kota bericon belimbing tersebut. SPDP tersebut diterima oleh pihaknya dalam rangka koordinasi dan supervisi KPK.

“SPDP tersebut kami terima pada Senin (3/9/2018),” kata Febri saat dihubungi wartawan, Senin (3/9/2018) malam.

Sebab, kata Febri, hal itu merujuk dari Pasal 50 Undang-Undang KPK. Dimana penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian atau kejaksaan sebagaimana pada ayat (1) wajib dilakukan koordinasi secara terus menerus dengan KPK.

Maka dari itu, apabila pihak kepolisian atau kejaksaan menemukan hambatan dalan menanganin perkara tersebut tentunya KPK akan membantu. “Jika dibutuhkan kami siap bantu. Tapi sejauh ini Polresta Depok dalam hal belum menemukan kendala,” ujar Febri.

Perlu diketahui, Polresta Depok menetapkan status mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Sekretaris Daerah (Sekda) Harry Prihanto sebagai tersangka dalam kasus pembebasan dan pelebaran Jalan Nangka pada Senin (20/8/2018). Berselang delapan hari, Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan hal tersebut.

Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Depok setelah menerima hasil audit Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan yang diketahui merugikan negara, bukti-bukti, dan keterangan para saksi. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...