Search

KPU Malang Alokasikan Rp.1,4 miliar untuk Kampanye Antigolput

Pasangan calon kepala daerah di Kota Malang, Jawa Timur, saat bersepakat untuk pilkada damai pelataran depan Museum Brawijaya, Minggu (18/2). (Foto Istimewa)
Pasangan calon kepala daerah di Kota Malang, Jawa Timur, saat bersepakat untuk pilkada damai pelataran depan Museum Brawijaya, Minggu (18/2). (Foto Istimewa)

Malang, reportasenews.com – Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Malang, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran hingga Rp1,4 miliar untuk kampanye antigolput. Program itu diharapkan mampu meningkatkan partisipasi warga agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Target kami 75 persen kehadiran di TPS. Kami anggarkan Rp1,4 miliar khusus untuk kampanye dan sosialisasi. Sifatnya ajakan dan pengetahuan pentingnya datang ke TPS untuk kepentingan kota kita sendiri,” ujar Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Azhari Husein, pada wartawan, Senin (19/2).

Ia mengungkapkan, dalam menjalankan program itu KPU memanfaatkan kendaraan yang bergerak di berbagai pusat keramaian, misalnya alun-alun, pusat perbelanjaan, maupun beragam tempat lain yang dinilai strategis. Sasaran program itu untuk semuanya, khususnya pemilih pemula yang jumlahnya di Kota Malang sekitar 50 ribu orang.

Azhari menambahkan sebelumnya data pemilih masih general, sehingga sulit menerapkan konsep sosialisasi berdasarkan segmen. Namun, untuk saat ini basis data pemilih pemula mulai direkap secara detail termasuk kelompok umur. Upaya itu untuk mencapai target 75 persen kehadiran di TPS. Jumlah itu lebih besar ketimbang tingkat kehadiran sebelumnya yang hanya 64 persen.

KPU juga berharap, tiga pasangan pasangan calon kepala daerah tersebut turut membantu sosialisasi sehingga angka partisipasi masyarakat juga meningkat bahkan hingga 80 perseb.

Sementara itu, tiga pasangan calon kepala daerah di Kota Malang, juga telah bersepakat untuk pilkada damai, pada Minggu (18/2). Mereka berjanji untuk menghindari berita hoaks, politik uang dan suku agama ras dan antargolongan (sara). Kesepakatan itu dilakukan di pelataran depan Museum Brawijaya.

Ketiga pasangan itu adalah Ya’qud Ananda Gudban dan Achmad Wanedi (nomor 1), Mochamad Anton dan Syamsul Mahmud (nomor 2), serta Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko (nomor 3).

KPU tak hanya mengajak seluruh pasangan calon untuk berkomitmen, namun meminta semua pihak, pemangku kepentingan, warga agar menjaga keamanan. KPU ingin agar selama masa kampanye dilakukan secara demokratis dan mematuhi semua aturan.

Pasangan calon Ya’qud Ananda Gudban dan Achmad Wanedi yang didukung NasDem juga siap menjaga tensi politik tetap kondusif.

“Ini dapat menyatukan perbedaan. Jadi tidak ada lagi warna bendera yang berbeda. Yang ada hanya merah putih sebagai semangat nasionalis, dan biru (Arema) sebagai perwujudan salam satu jiwa,” kata Nanda.

Demikian dengan Calon Wakil Wali Kota, Achmad Wanedi menyatakan siap menghindari hoaks, politik uang dan sara selama kampanye.

“Jadi sekalipun banyak perbedaan, apapun pilihannya di Pilkada 2018 Kota Malang ini, kita semua tetap satu,” ujar Wanedi. (dif)




Loading Facebook Comments ...