Search

Kualitas Udara Pontianak Menurun, Kalbar Dikepung 2.621 Titik Api

Petugas tengah memadamkan titik api yang membakar lahan di pontianak. (foto:das)
Petugas tengah memadamkan titik api yang membakar lahan di pontianak. (foto:das)
Pontianak, reportasenews.com – Persoalan Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat belum teratasi, meski Presiden  RI, Jokowi baru saja berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9) disituasi udara kabut asap yang pekat dan aroma asap yang kuat. Bahkan di sore harinya, Presiden didampingi sejumlah menteri dan Kepala Staf kepresidenan sempat melakukan peninjauan perkembangan proyek pembangunan Waterfront di Sungai Kapuas dengan kapal patroli Sambas Lantamal XII Pontianak.
Kalimantan barat berdasarkan pantauan Satelit sebaran Hotspot dari pengolahan data LAPAN titik api mencapai 2.621 titik dengan sebaran titik api terbanyak di Ketapang, Sintang, Sekadau, Sanggau, Kapuas Hulu dan Melawi.
“Semua tim Manggala Agni saat ini tengah bekerja, mereka masih berada dilapangan. Pemadaman api dihadapi persoalan yang pelik. Saat ini upaya tidak sekedar pemadaman saja, tim kami berupaya melakukan pendekatan persuasif dan kultural kepada tokoh adat,” kata Daops Manggala Agni Pontianak, Sahat Irawan, Kamis (5/9/2019).
Dampak munculnya kebakaran hutan dan lahan ini, kabut asap kembali mengotori udara kota Pontianak khususnya dan umumnya di Kalimantan Barat.
Saat ini  kualitas udara yang dianalisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Mempawah tanggal 5 September 2019 dilakukan pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.55 WIB secara umum berada dalam kategori Sedang. Konsentrasi PM10 tertinggi sebesar 205.33 µg/m3 terjadi pada pukul 10.00 WIB masuk dalam kategori tidak sehat. (das)



Loading Facebook Comments ...