Search

Laboratorium RS Untan Siap Uji 30 Sampel Covid  19 Per Hari

Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto.das)
Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. (foto.das)

Pontianak, reportasenews.com – Sejak beroperasi pertama kali pada 20 April 2020, Laboratorium RS Universitas Tanjungpura (UNTAN) menjadi satu-satunya tempat pengujian sampel Covid-19 di Kalimantan Barat. Awal beroperasi, reagent kids yang tersedia baru 100 pcs. Di hari pertamanya lab menerima 30 sampel PDP untuk dilakukan uji swab.

Hingga Kamis (7/5) terkonfirmasi tambahan lima kasus positif Covid-19 sehingga total ada 95 kasus positif di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson mengatakan saat ini Kalimantan Barat ada tiga daerah yang tergolong zona merah, artinya penularan virus ini sudah masuk transmisi lokal, atau dapat ditularkan antara warga lokal dan banyak orang tanpa gejala (OTG). Tiga daerah di Kalbar yang masuk zona merah adalah Kota Pontianak, kota Singkawang, dan Kabupaten Ketapang.

“Dari 95 kasus terkonfirmasi positif Corona ini, ada 3 orang yang sembuh dari Covid 19, yang merupakan satu kluster yang sama. 3 kasus tersebut yakni 1 orang berasal dari kota Pontianak, dan 2 lainnya berasal dari Kabupaten Kubu Raya.

Harisson mengatakan, tiga pasien yang telah sembuh dari Corona ini setelah dua kali dilakukan pemeriksaan dengan hasil negatif secara berturut – turut sehingga pasien dinyatakan sembuh dan dapat pulang ke rumah dengan catatan dalam 14 hari tidak keluar alias isolasi mandiri.

Naiknya kasus Covid 19 di Kalbar dalam dua hari terakhir ini, kata Harisson, memang sangat disayangkan meski satu hari sempat kasus Covid 19 nihil, namun keesokannya melonjak menjadi 17 kasus pada Rabu (6/5) dan pada Kamis (7/5) 5 kasus reaktif Covid 19.

Laboratoriun RS UNTAN. (foto.das)

Laboratoriun RS UNTAN. (foto.das)

“Ada beberapa faktor terjadinya lonjakan pasien Covid 19 di Kalbar, faktor pertama adalah kurang disiplinnya masyarakar menerapkan sosial distancing dan phisycal distancing serta mengunakan masker saat keluar rumah, dan cepatnya kasus Covid 19 ini naik karena saat ini Lab Rumah Sakit Universitas Tanjung pura sudah dapat memeriksa langsung sampel dari pasien reaktif berdasarkan hasil rapid tes,” beber Harisson.

Harisson menjelaskan saat ini laboratorium rumah sakit Universitas Tanjung pura siap membantu pemerintah untuk penanganan cepat Covid 19 dengan pemeriksaan RT PCR yang dimilikinya. Perangkat untuk pengujian sampel Covid-19 seperti  Reagent kids masih tersedia.

“Saat ini bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Nasional telah disalurkan ke laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjung Pura sebanyak kid extraksi sebanyak 7.500 dan kid PCR sebanyak 10.000 dan dari pengusaha 1.000 kid extraksi dan 1000 PCR,” jelas Harisson.

Di laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura ini ada dua alat PCR. Dua alat PCR ini satu milik Universitas Tanjungpura dan satu lagi milik Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Barat

“Tetapi kita memang hanya menggunakan satu berhubungan dengan keterbatasan tenaga namun dalam waktu dekat kita mengupayakan bagaimana caranya agar kapasitas dari laboratorium ini lebih kita tingkatkan lagi,” ungkapnya.

Untuk saat ini Laboratorium Universitas Tanjungpura ini setiap harinya bisa memeriksa 30 spesimen.

“Tetapi saya sudah berbicara dengan teman teman di laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, bahwa akan menaikan kapasitas ini pelan pelan sehingga kita bisa cepat lakukan pemeriksaan Swab diutamakan bagi mereka yang rapid test nya reaktif,” ujarnya.

Harisson mengatakan memang ada kasus reaktif Covid 19 di alami petugas Laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, tetapi kasus itu bukan akibat tertular sesama petugas tetapi kasus itu ada karena tertular dari luar lingkungan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura.

“Tidak menutup kemungkinan terjadinya penularan di laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, karena itu pihaknya telah menetapkan langkah-langkah keamanan yang terjaga di lingkungan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura,” jelasnya.

Harisson menambahkan pihaknya telah mempersiapkan alat pelindung diri (APD) khusus untuk petugas Laboratorium Universitas Tanjungpura ini agar mereka tidak tertular dari spesimen virus Covid 19 yang mereka olah di laboratorium. (das)




Loading Facebook Comments ...