Search

Lahan Terbakar Dekat Kantor Bupati Kubu Raya, Arus Lalin ke Bandara Supadio Terganggu Asap

Petugas BPBD Kubu Raya tengah berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran lahan di dekat kantor bupati raya. (foto:das)
Petugas BPBD Kubu Raya tengah berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran lahan di dekat kantor bupati raya. (foto:das)
Kubu Raya, reportasenews.com – Bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun, kabut asap yang sempat hilang akibat guyuran hujan kembali muncul. Seiring muncul kembalinya titik api baru. Seperti yang terjadi Sabtu (17/8/2019) pukul 15.15 WIB titik api ini muncul di lahan kosong yang tepat berada di depan Kantor Bupati Kubu Raya. Saat api berkobar membakar pepohonan dan semak belukar ini, halaman Kantor Bupati Kubu Raya tengah persiapan upacara penurunan bendera merah putih.
Api yang cepat membesar akibat lahan yang kering ini menyebabkan kabut asap tebal menutupi arus lalu lintas dari dan ke bandara Internasional Supadio, Kubu Raya. Warga pengguna jalan sangat terganggu akibat jarak pandang pendek terhalang kabut asap. Selain itu menyebabkan perih dimata dan sesak nafas.
Untuk mencegah meluasnya kebakaran yang nyaris bersebelahan ke gedung gudang dan kantor Bank Kalbar Kubu Raya, Polresta Pontianak menerjunkan 8 personelnya kemudian dibantu TNI dan BPBD Kubu Raya.
Petugas kewalahan memadamkan api yang terus membesar karena sulitnya sumber air di lokasi.
“Terus terang kita kesulitan, selang tidak panjang, dan sumber air sangat jauh sementara dekat lokasi sama sekali tidak ada sumber air,” kata Kasat Binmas Polresta Pontianak, Kompol Sri Haryanto, kepada wartawan di lokasi.
Akibat kabut asap ini memang diakui sangat menganggu arus lalu lintas karena arah angin membawa asap ke ruas jalan yang dilalui padat kendaraan.
“Kita himbau warga pengguna jalan selalu berhati hati dan memperlambat laju kendaraan jika terhalang jarak pandang akibat kabut asap,” imbuhnya.
Data sebaran hotspot BMKG berdasarkan pengolahan data LAPAN Pontianak menyebutkan titik api di Kalimantan Barat hingga sore ini mencapai 155 titik api dengan penyumbang terbesar titik api adalah Kabupaten Sanggau, Sintang dan Ketapang. (das)



Loading Facebook Comments ...