Search

Langgar Protokol Kesehatan, Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Swab Test

Petugas melakukan swab test kepada pengunjung tempat hiburan malam di Cafe Tisya dan Cafe Win One di jalan Budi Karya, Pontianak. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Sebanyak 65 pengunjung tempat hiburan malam di Cafe Tisya dan Cafe Win One di jalan Budi Karya, Pontianak, Sabtu (12/9/2020) malam hingga tengah malam,  terjaring razia petugas gabungan  Satgas Covid 19 dari Kodim 1207/BS Pontianak, Polresta Pontianak, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Satpol PP Provinsi Kalimantan Barat dan Satpol PP kota Pontianak untuk penegakan disiplin Protokol kesehatan Covid 19.

Pengunjung Tempat hiburan malam (THM)  ini abai dalam penerapan protokol kesehatan Covid 19, dan terjadi kerumunan.
Selain itu, sebagian besar pengunjung tidak memakai masker.
“Sasaran kita memang kawasan tempat hiburan malam dimana terjadi kerumunan pengunjung, dan abai dalam penerapan protokol kesehatan Covid 19,” kata Komandan Kodim 1207/BS Pontianak, Kolonel Infanteri Jajang Kurniawan yang memimpin razia satgas gabungan Covid 19 malam ini.

Jajang mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menyakinkan masyarakat lebih disipilin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid 19 termasuk pengendara sepeda motor yang tidak pakai masker.

“Razia penegakan disiplin protokol kesehatan Covid 19 ini sesuai peraturan Wali kota Pontianak Nomor 58 tahun 2020, dan mereka yang tak pakai masker langsung diperiksa swabnya,” tegasnya.
Jajang melihat pengunjung tempat hiburan malam ini belum mematuhi protokol kesehatan Covid 19.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan razia di Cafe Win One dan Cafe Tisya ditargetkan bagi pengunjung yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan Covid 19.

“Kita jaring sebanyak-banyaknya, untuk diperiksa swabnya sesuai dengan penegakan protokol kesehatan Covid 19 yang diatur dalam pergub maupun Perwa yang sudah ada, dan saya lihat masyarakat belum disiplin, tidak pakai masker dan berkerumun sehingga dapat menimbulkan klaster baru dan jumlah penderita yang bertambah,” ungkapnya.

Karena itu, Harisson mengajak masyarakat untuk memakai masker, dan menjauhi orang yang tidak pakai masker di saat diluar rumah atau sekitar kita.

“Kota Pontianak harusnya ada 600 testing atau sampel yang diperiksa dalam seminggu, sehingga peta penyebaran covid 19 ini berada, jika diketahui ada penderita Covid 19 maka langkahnya langsung diisolasi,” jelasnya.

Saat ini laboratorium RS Universitas Tanjungpura memeriksa 500 sampel swab setiap harinya. Namun bagi masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan Covid 19, maka pemerintah provinsi Kalbar siap mengisolasi mereka yang melanggar protokol kesehatan Covid 19 ini.

Kabag operasi Polresta Pontianak, AKP Rizal meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid 19 karena terlihat banyak pengunjung tempat hiburan malam dan pengendara sepeda motor yang tak pakai masker.

“Kita masih membackup Satpol PP dalam penegakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan Covid 19, termasuk mengimbau kepada masyarakat agar patuh terhadap protokol yang telah diambil pemerintah, jika nanti ada pengetatan kembali tentu personil kami siap, namun pertimbangan lain adalah kepentingan ekonomi, namun masyarakat harus membiasakan memakai masker sebagai kebutuhan hidup atau lifestyle,” tutupnya. (das)




Loading Facebook Comments ...