Search

Larangan Penggunaan Jaring Trawl Untungkan Nelayan Lokal

Nelayan saat melaut di perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jatim. (Foto : abd)
Nelayan saat melaut di perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jatim. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait pelarangan penggunaan jaring trawl untuk kalangan nelayan saat melaut, ternyata trawl bisa membahayakan lingkungan di laut. Larangan tersebut berdampak pada peningkatan hasil tangkapan ikan laut, termasuk di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kabid Kenelayanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alamsyah Suprijadi mengakui sejak adanya pelarangan dari pemerintah pusat tentang penggunaan jaring trawl bagi nelayan saat melaut, justru meningkatan hasil tangkapan ikan nelayan. Selain itu, kapal-kapal besar di  perairan dalam tidak mengambil semua ikan termasuk ikan-ikan kecil.
”Nelayan di Kabupaten Pasuruan mayoritas adalah nelayan tradisional yang melaut di area perairan luar dengan menggunakan jaring tradisional. Saat ini, karena kapal besar sudah beralih ke alat tangkap ramah lingkungan, maka nelayan-nelayan yang di pesisir merasakan dampaknya. Tangkapan ikan jadi lebih banyak tahun ini,” papar Alamsyah, pada para awak media, Selasa (5/6/2018) siang.
Dikatakannya, sampai triwulan pertama di tahun 2018 ini, tangkapan ikan nelayan di lautan Kabupaten Pasuruan mencapai 4769,5 ton atau apabila diuangkan menjadi Rp 83,276 Miliar. Kata Alamsyah, tangkapan ikan di triwulan pertama tahun 2018 masih cenderung stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana untuk tahun lalu rata-rata tangkapan ikan pertriwulannya mencapai 4671,5 ton.
Dari 4.769,5 ton, lanjut Alamsyah, tangkapan tertinggi terjadi di bulan Maret hingga mencapai 1961,3 ton. Sedangkan di bulan Januari hanya mencapai 1687,6 ton dan di bulan Februari capai 1120,6 ton.”Ini hasil tangkapan menggembirakan.”Selain kebijakan Pemerintah, peningkatan hasil tangkapan ikan juga bergantung pada musim ikan,” terangnya.
Ia menambahkan, seperti di bulan Maret lalu karena masuk musim ikan, maka tangkapan ikan nelayan lebih tinggi dari bulan sebelumnya.“Tangkapan tertinggi adalah jenis rajungan,teri cumi, juga ikan tongkol. Kami berharap peningkatan hasil tangkapan ikan ini akan terus berlangsung lama, sehingga bisa meningkatkan ekonomi nelayan di Kabupaten Pasuruan,” tutupnya. (abd)
Attachments area



Loading Facebook Comments ...