Search

Lelang TKD, Kades Sumberejo dan Oknum Guru PNS Ditahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka tindak pidana korupsi tanah kas desa (TKD) Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. (foto:fat)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka tindak pidana korupsi tanah kas desa (TKD) Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Kembali,  Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka tindak pidana korupsi tanah kas desa (TKD) Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (13/4).
Namun, kali yang ditahan oleh Kejari Situbondo  adalah Seruji, Kepala Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih,  dan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas salah satu  guru SDN setempat, yakni Imam Ilyas Gasali.
Keduanya tersangka kasus dugaan penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Sumberejo. Mereka disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Reza Aditya, Kasie Pidsus Kejari Situbondo  mengatakan, penahanan terhadap dua tersangka itu,  berdasarkan hasil pemeriksaan berkas dari penyidik, diperoleh bukti yang cukup untuk dilakukan penahanan. Setelah itu, kejaksaan akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya.
“Kedua tersangka korupsi TKD itu ditahan selama 20 hari,”kata Reza  Aditya, Jumat (13/4).
Sayangnya, pria yang akrab dipanggil Aditya itu  tidak menjelaskan secara detail kasus ini. Hanya saja, dia menyebutkan akibat  dugaan penyelewengan dalam proses lelang TKD di Desa Sumberejo kerugian materinya sebesar Rp. 100 juta lebih.“Yang pasti, kerugian materinya mencapai Rp.100 juta ke atas,” bebernya.
Menurutnya,  ada beberapa pertimbangan kejaksanaan melakukan penahanan. Diantaranya, dikhawatrikan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatannya. “Penetapan kedua tersangka berdasarkan fakta hukum,” katanya.
Zainuri Gazali selaku  kuasa hukum tersangka Kades Sumberejo,  menilai ada keganjilan dalam penetapan status tersangka kepada kliennya. Untuk Saruji selaku kades, telah membuat keputusan secara kelembagaan yang melibatkan lembaga desa yang lain.
“Jika dalam proses lelang  ada kesalahan, seharusnya bukan  hanya kades yang dinyatakan bermasalah karena dalam memberikan keputusan bukan hanya Kades, melainkan  ada lembaga lain d desa Sumberejo,” ujarnya.
Sedangkan Imam Ilyas adalah pemenang lelang. Bagi Zainuri, penetapan tersangka Imam Ilyas lebih tidak masuk akal. Sebagai pemenang lelang, Imam Ilyas sudah mengikuti pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang menentukan harga limit lelang itukan panitia. Sementara sampai saat ini, belum ada panitia yang jadi tersangka, padahal mereka yang memiliki wewenang menentukan harga limit,” pungkasnya. (fat)



Loading Facebook Comments ...