Search

Lepas dari Status Daerah Tertinggal, Kabupaten Situbondo Raih Penghargaan IGA 2019  

Bupati Dadang Wigiarto, saat menerima penghargaan IGA 2019. (foto:fat)
Bupati Dadang Wigiarto, saat menerima penghargaan IGA 2019. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Lepas dari status sebagai daerah tertinggal, Kabupaten Situbondo, mampu menyabet penghargaan sebagai pemerintah daerah terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2019 tersebut.

Penyerahan penghargaan  IGA Tahun 2019  tersebut diserahkan langsung oleh  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto di Hotel Borobudur,  Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, dan disaksikan langsung kepala BPP Kemendagri RI Dodi Riyadmadji.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, penghargaan IGA tahun 2019 merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada kabupaten, kota, dan provinsi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi serta berprestasi dalam aspek kepemimpinan birokrasi dan sosial.

“Kemendagri di bidang penelitian dan pengembangan membuat kompetisi inovasi daerah. Yang mengagumkan, Situbondo yang baru saja lepas dari status daerah tertinggal mampu bersaing dengan daerah yang sudah maju, inovasi Situbondo melampaui dari daerah lainnya,” kata Bupati  Dadan Wigiarto, Selasa (8/10/2019).

Dengan diraihnya prestasi tersebut, Bupati meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Situbondo, untuk bekerja lebih keras lagi berinovasi, dengan memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan prestasi demi kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Situbondo.

Bupati mengaku, Pemkab Situbondo memiliki 109 jenis inovasi sehingga mampu meraih IGA 2019. Inovasi tersebut 88 diantaranya merupakan inovasi pelayanan public. Selebihnya, adalah inovasi penguatan government, termasuk inovasi di bidang pariwisata.

“Inovasi yang dinilai manakala inovasi itu sudah diterapkan, tidak terputus, dan ketika dilakukan penilaian, inovasi itu diterapkan, dan juga, inovasi itu direplikasi daerah lain. Alhamdulillah Situbondo masuk empat besar dari 10 kabupaten/kota se-Indonesia,” pungkasnya.

Adapun inovasi daerah yang diapresiasi oleh tim penilai inovasi daerah yang terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kemenristekdikti, Kemenpan-RB, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), diantaranya smart school, PPDB Daring.

Dinas Pendidikan Command Centre, Rumah Pemulihan Gizi (RPG) Dinas Kesehatan, SPAM GAYA (Sistem Penyediaan Air Minum Tenaga Surya), dan Pendekar Panji (Pendekatan Kesehatan Kepada Masyarakat Puskesmas Panji), Layanan Komprehensif Kesehatan Jiwa (LAKONTANWA) Pelanduk Cepat (Pelayanan Administrasi Kependudukan Dengan Sistem Administrasi Kependudukan Berbasis IT).

Perisai Mas (Pelayanan Sehari Selesai Masyarakat Senang), Simple Puter (Sistem Pelayanan Publik Terpadu), SIRKA (Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Akrual), E-Surat Diskominfo dan Intelegence Room, yang merupakan inovasi pelayanan public di bidang pendidikan, kesehatan, adminisrtasi kependudukan, system perencanaan pembangunan dan penganggaran terintegrasi dan Data Tunggal Daerah Analisis Kependudukan Partisipatif (DTD-AKP) sebagai BIG DATA Kabupaten Situbondo.(fat)




Loading Facebook Comments ...