Search

Libur Panjang, Pelayanan Kesehatan di Situbondo  Tetap Optimal

Pelayanan kesehatan  bagi masyarakat Situbondo tetap buka selama libur hari raya. (foto:fat)
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat Situbondo tetap buka selama libur hari raya. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Selama libur panjang lebaran 1439 Hijriah,  pelayanan publik  dipastikan tetap optimal. Masyarakat bisa mengakses tempat pelayanan umum selama 24 jam, seperti rumah sakit, maupun puskemas.
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, pelayanan umum menjadi skala prioritas. Meski liburan panjang, namun pihaknya tetap memberikan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat. “Oleh karena itu, saya minta kepada kepala direktur RS dan puskesmas  agar mengatur sift pegawai,”kata Bupati Dadang Wigiarto, Selasa (12/6).
Menurutnya, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, sift petugas maupun penjagaan sudah ditata dengan baik di masing-masing instansi. Karena itu, dia memastikan, pelayanan tidak akan terganggu selama libur panjang lebaran. “Kemungkinan-kemungkinan yang bisa menggangggu sudah diantisipasi,” tambahnya.
Lebih jauh Bupati  mengatakan, penekanan dari pemerintah daerah kepada pemimpin dan pegawai di tempat layanan umum, sudah disampaikan jauh-jauh hari. “Secara koordinatif, sebelum ramadan sudah dipersiapkan,” katanya.
Tinggal bagaimana petugas di lapangan bisa menerjemahkan dengan baik. Untuk mengefektifkan pelaksanaannya, tidak menutup kemungkinan bupati akan melakukan sidak secara langsung. “Tapi tidak bisa saya sampaikan kalau mau sidak. Lihat saja nanti,” ujar Dadang.
Kebijakan tidak mengandangkan kendaraan yang berfungsi untuk pelayanan, juga menjadi bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Seperti ambulan dan mobil pemadam kebakaran, tidak dikandangkan,” ujar Dadang.
Dadang mengatakan, mobil pemadam kebakaran harus stand by setiap saat. Itu untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang mengalami bencana kebakaran, yang bisa terjadi secara tiba-tiba. “Kalau ada kejadian, harus siap,” katanya.
Begitu juga dengan ambulan, harus tetap ada di rumah sakit atau puskesmas. Sebab, sewaktu-waktu pasti dibutuhkan masyarakat.
“Jumlah ambulan dan mobil pemadam kebakaran sudah cukup. Tinggal orangnya, apakah sudah siap atau tidak,” terang Dadang.
Dadang menambahkan, jika masyarakat menemukan pelayanan yang buruk, segera melaporkan ke pimpinan lembaga tersebut. Atau bisa langsung mengadukan ke bupati. “Jangan takut melaporkan kepada kami,” pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...