Search

Lika-Liku Si “Goceng”

Adi "Goceng". (Foto. Dolok)

Jakarta, Reportasenews – Pengalaman adalah guru terbaik dari setiap peristiwa yang sudah terjadi dan dialami oleh seorang Adi yang akrab dan beken dengan panggilan Goceng. Pria kelahiran Bandung 11 Desember ini punya banyak cerita menarik di dunia motor klasik.

Berawal pada tahun 1994 saat ia memiliki motor BMW R25 dengan nomor plat D 5000 CF seharga 5 juta rupiah dan kemudian menjualnya dengan harga 10 juta rupiah.

Adi kemudia membeli motor Triumph Speed Twin 500 cc tahun 1950 seharga 7,5 juta rupiah, lalu setahun kemudian dijual lagi seharga 10 juta rupiah.

Dari jual beli motor klasik tersebut ia Adi bisa membeli 2 motor sekaligus BSA Plastik 1956 350cc Dan 250 cc. Satu motor ia berikan kepada kakanya.

Saat ini ia akrab dipanggil Adi “Goceng” mengingat akan awal punya motor BMW R25 dengan plat nomor D 5000 CF. Sejak bergabung dengan komunitas BIKER BROTHERHOOD 1% tahun 1998 ia juga sudah akrab dengan panggilan Adi Goceng.

Ada pengalaman yang susah ia lupakan dengan motor klasiknya. Saat itu tepatnya pada tahun 1998 Adi pernah melakukan perjalanan dari bandung menuju Puncak Bogor pulang-pergi bersama sang pujaan hati yang saat ini menjadi istrinya.

Dalam perjalan pulang mereka kena tilang polisi karena melawan arus lalu lintas. Tak hanya itu selain melanggar lalu lintas ternyata motor yang mereka kendarai tanpa lampu, sehingga untuk penerangannya sang pacar terpaksa memegang lampu senter di sepanjang perjalanan dan itu membuat sang polisi geleng kepala.

Pergulatan hidup pun semakin seru saat Adi memutuskan hijrah dari Bandung ke Jakarta Tahun 2005 dan mencoba peruntungan menjual apparel yang masih berkaitan dengan dunia otomotif khususnya motor motor klasik dan antik.

Tiga tahun Door to door dijalani si Goceng dengan penuh kesabaran dan berbekal keyakinan untuk dapat menghidupi keluarga dengan menjual kaos merk OutLaw.

Waktu terus bergulir dari tahun 2005 hingga 2008 door to door telah dilakukan dengan nama brandnya sendiri yaitu GOCENG. Tahun 2008 ada tawaran buka kios berbentuk etalase di depan Warnet Rawamangun berjalan hingga 2015.

Pembelinya punbervariasi dari kelas biasa hingga orang berduit, semua ia layani dengan senang hati. Diantara pelanggannya hingga saat ini adalah Indro Warkop, dan Derby Romeo.

“Alahamdulillah sampai saat ini mereka sangat puas dengan apparel yang saya jajakan”, ucap Goceng penuh bangga sambil sesekali menyedot rokok rancikan sendiri.

Saat ini Goceng menjajakan apparelnya di kedai Scoot Coffe di kawasan BKT, Duren Sawit, Jakarta Timur. Satu keyakinan dalam pergaulannya yang tak pernah berubah dari Adi Goceng adalah persahabatan yang dilandasi kejujuran dan ia sangat yakin akan mendatangkan Rejeki yang menyenangkan.(Dolok)




Loading Facebook Comments ...