Search

Lima Terdakwa Kasus Korupsi Bank Mandiri Sebesar 1,8 Triliun Divonis Bebas

Suasana Sidang Korupsi Bank Mandiri di Pengadilan Tipikor Bandung. (Foto:ist)
Suasana Sidang Korupsi Bank Mandiri di Pengadilan Tipikor Bandung. (Foto:ist)

Bandung,reportasenews.com – Lima terdakwa kasus korupsi Bank Mandiri yang merugikan negara sebesar, 1.8 triliun rupiah di vonis bebas Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (07/01).

Kelima terdakwa yang divonis bebas itu adalah Teguh Kartika Wibowo, Surya Beruna dan Frans Eduard Zandstra yang jadi terdakwa di kasus korupsi Bank Mandiri dalam memberikan kredit investasi dan modal kerja pada Rony Tedi dan Juventius dari PT Tirta Amarta Bottling (TAB)  

Sementara dua karyawan Bank Mandiri lainnya yang juga menjadi terdakwa yaitu Poerwintono Poedji Wahyono selaku wholesale creidt risk dan dan Totok Suharto selaku pemutus kredit tingkat pertama.

Kelima terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

Sebelumnya, jaksa menuntut Teguh Kartika Wibowo dan Surya Beruna agar diputus bersalah dengan pidana penjara 8 tahun. Adapun Frans Eduard Zandstra dituntut 6 tahun.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Totok Suharto dan Ir Poerwintono Poedji Wahjono tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwan primair, subsidair dan lebih subsidair, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan, dan mengeluarkan terdakwa dari tahanan sejak putusan ini dibacakan,” ujar Martahan Pasaribu selaku Ketua Majelis Hakim dalam amar putusannya yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (7/1/2019).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa unsur perbuatan melawan hukum dari terdakwa tidak memenuhi rumusan unsur dalam pasal yang didakwakan yakni Pasal 2, 3 dan Pasal 9 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Bahwa unsur perbuatan melawan hukum terdakwa sebagaimana dalam dakwaan jaksa tidak terbukti‎. Kemudian terdakwa juga bukan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sehingga unsur PNS pada diri terdakwa tidak terbukti,” ujar Martahan.

Hakim Basari Budi Pardiyanto dalam pertimbangannya mengatakan bahwa majelis hakim tidak sependapat dengan dakwaan jaksa.

“Tapi sependapat dengan pledoi terdakwa sehingga dakwaan tidak terbukti sah dan meyakinkan, karenanya sepantasnya untuk kepastian hukum, bahwa terdakwa haerus dibebaskan,” ujar Basari.

Tidak sependapat dengan JPU tapi sependapat dengan pledoi terdakwa. Surat dakwaan tidak terbukti sah dan meyakinkan karenanya sepantasnya untuk kepastian hukum hrs dibebaskan.

Jaksa penuntut umum dari Kejagung sebelumnya menuntut keduanya dengan pidana penjara 8 tahun.

Sebelumnya diberitakan, tiga karyawan Bank Mandiri, Teguh Kartika Wibowo, Surya Beruna dan Frans Eduard Zandstra yang jadi terdakwa di kasus korupsi Bank Mandiri dalam memberikan kredit investasi dan modal kerja pada Rony Tedi dan Juventius dari PT Tirta Amarta Bottling (TAB)‎, divonis tidak bersalah melakukan tindak pidana korupsi alias divonis bebas.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Teguh Kartika Wibowo, Frans Eduar Zandstra, dan Surya Beruna tidak bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair dan subsidair, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan penuntut umum dan membebaskan terdakwa dari tahanan serta memulihkan nama baik dan harkat martabat terdakw‎a,” kata anggota majelis hakim yang membacakan putusan, Lindawati, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Senin (7/1).

Amar putusan dibacakan bergantian oleh hakim Martahan Pasaribu, Tardi, Judijanto dan Basari Budhi Pardiyanto.

Dalam pertimbangannya, hakim menyebut Surya Beruna sebagai Commercial Banking Manager, Senior Credit Risk Manager Teguh Kartika Wibowo dan Senior Relation Manager Frans Eduard Zandstra tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum.

“Bahwa unsur perbuatan melawan hukum para terdakwa tidak terbukti,” ujar

Tangis keluarga ketiga terdakwa langsung pecah usai hakim menyatakan ketiga te‎rdakwa bebas. Ketiga terdakwa juga sempat bersujud sukur di ruang sidang.

Kasus ini berawal saat Bank Mandiri menyalurkan kredit investasi ke Rony Tedi dan Juventius dari PT TAB, perusahaan air minum dalam kemasan di Kabupaten Bandung Barat secara bertahap hingga Rp 1,1 triliun.

Namun, ‎Rony Tedi yang juga terdakwa dalam kasus ini tidak mampu membayar.

Kejagung kemudian mencium kasus ini beraroma korupsi karena Rony Tedi dan Juventius membuat laporan keuangan palsu untuk memuluskan pencairan kredit tersebut.  (*)




Loading Facebook Comments ...