Search

Lonjakan Pasien Covid 19, Pemkot Siapkan Ruangan Khusus Isolasi

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Lonjakan pasien Covid 19 di Kalimantan Barat bertambah. Per tanggal 15 Oktober 2020 hari ini, pasien Covid 19 terkonfirmasi baru mencapai 29 orang, dengan rincian kota Pontianak 5 orang, Kabupaten Ketapang 13 orang, Singkawang 5 orang, Sanggau 3 orang, Melawi 1 orang, Kapuas Hulu 1 orang, dan Mempawah 1 orang.
Kabar baiknya, ada 59 orang pasien Covid 19 yang sembuh dimana rinciannya Kota Pontianak 20 orang, Sintang 15 orang, Melawi 6 orang, Kubu Raya 16 orang, Singkawang 2 orang.


Dengan demikian, sampai tanggal 15 Oktober 2020 Provinsi Kalimantan Barat terdapat 1.357 kasus konfirmasi, dan 1.138 yang dinyatakan sembuh, dan 9 orang meninggal dunia.

Mengantisipasi lonjakan pasien Covid 19 yang harus menjalani perawatan seperti ruang isolasi dan kesiapan tenaga medisnya, Wali Kota Pontianak,  Edi Rusdi Kamtono menerangkan, saat initelah menyiapkan sebuah ruangan khusus beserta perlengkapan medisnya. 

Ruangan tersebut diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan. “Bagi pasien yang mengalami gejala ringan, juga bisa ditangani di Rusunawa Nipah Kuning,” sebutnya, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, hampir sebagian besar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dirawat di rumah sakit swasta yang tidak memiliki ruang isolasi khusus. 
Sehingga ketika hasil pemeriksaan terkonfirmasi positif Covid-19, maka pasien yang dirawat di sana harus dipindahkan ke RSUD Soedarso,  atau RSUD Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie Kota Pontianak. 

Edi mengakui, ketersediaan ruang isolasi yang ada di Rusunawa Nipah Kuning dan RSUD Kota Pontianak memang bersifat fluktuatif. 
Namun akhir-akhir ini ruang isolasi sangat terbatas sebab di ruangan tersebut mesti dilengkapi alat ventilator dan lainnya untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan khusus

“Baik RSUD Soedarso maupun RSUD Kota Pontianak. Untuk itu perlu kolaborasi dalam peningkatan kualitas kelengkapan tenaga medis hingga peralatannya,” ungkapnya.

Edi menuturkan, saat ini tingkat kesembuhan memang lebih besar dari pada yang terkonfirmasi positif. Sekarang masih terdapat 81 orang yang masih diisolasi dalam proses penyembuhan. 
Dirinya berharap gelombang kedua masih bisa terkendali. 

“Artinya tidak sampai meledak besar dan harapan kita warga Kota Pontianak tetap taat dan mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.
Dikatakannya, sebagian besar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan hasil tracing atau penelusuran terhadap mereka yang melakukan kontak erat. Umumnya mereka yang kontak erat rerata terkonfirmasi positif Covid-19, walaupun tidak semuanya. 

Sehingga muncul kluster-kluster baru maupun kluster yang memang sudah menjadi perkiraan sebelumnya, seperti tenaga kesehatan, rumah tangga, dan perkantoran.

“Kuncinya juga kita harus bisa mengontrol arus mobilitas masyarakat terutama yang dari luar Provinsi Kalbar,” pungkasnya. 

Sementara pemerintah provinsi Kalimantan Barat mulai meminta seluruh sekolah di semua tingkatan untuk meniadakan pembelajaran tatap muka karena di bulan Oktober terjadi trend peningkatan penularan kasus Covid 19. Himbauan ditiadakan pembelajaran tatap muka ini telah disampaikan ke sejumlah sekolah melalui surat edaran. (das




Loading Facebook Comments ...