Selasa, 24 Januari 2017

Loyalitas Bebek di Tepi Sawah

Loyalitas Bebek di Tepi Sawah
Foto Ilustrasi

Oleh: Kombes Pol Dr Chrysnanda DL

JAKARTA, REPORTASE – Weekkkk weeekkk weeekkk…. Bunyi bebek memang satu suara mau “e” nya panjang atau “k” nya banyak nada suaranya tetap sama karena diawali dengan huruf “w”.

Variasinya hanya di e dan k yang bukan kreatif tentunya. Walau ada tekanan- tekanan. Semerdu-merdunya suara bebek ya hanya week wek wekkkkkk.

Di dalam birokrasi ala babek ini sepertinya di adopsi dan menjadi trend. Loyalitas dicokok hidungnya tanpa pikir panjang langsung saja teriak weeekkk. week wekkkk sebagai tanda loyal, patuh  dan taat , sendiko dawuh.

Apa yang dilakukan dan dikatakan tidak beda dengan kata wek wek weeekk dan wekkkk.

Kreatifitas mewujudkan mimpi hampir-hampir sebatas week wek wekkkkkkk. Analoginya sebatas dalam omonyan yang tiada pernah dilakukan. Mungkin ada yang marah atau tersinggung bila dikatakan demikian.

Saya bekerja sudah begni begitu dan seterusnua tapi apa yang dikerjakan kadang tidak sesuai dengan tugas pokoknya, karena pokoknya tugas.

Bukan tugas-tugas penting, melainkan yang penting tugas. Seakan tiada target dan standar bahkan pencapaianyapun bukan atau belum menjadi tolok ukur keberhasilanya. Apa yang dibutuhkan, diharapkan dan diinginkan dari masyarakat terus saja semakin jauh gapnya antara harapan dengan kenyataan.

Kalaupun ada yang baik sangat tidak signifikan, bahkan ketika ada sesuatu yang baru sekalipun itu juga sebatas mengikuti perintah tanpa memahami makna apalgi manfaatnya.

Mengikuti arus memang nyaman, di sini senang di sana disayang semua menjadi teman dan kerabat karena kekenyangan, tiada lagi yang perlu diperjuangkan.

Ngapain berjuang begini saja sudh kenyang. Apalagi semua kewenangan dan kekuasaan ada ditangan. Siapa berani pasti mati. Siapa manut akan selalu katut.

Situasi seperti itu akan berdampak para pekerja akan terus berupaya membuat senang ndoronya, siapapun itu. Bagi para ndoro narsis memang paling suka kalau dijilati dan semua pengikutnya nampak patuh dan rapi seperti bebek di tepi sawah, sambil menyanyikan lagu wajibnya weeek wek wekkkkk wekkkkkkkkkkkkkkkk. (Redaksi)

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...